Pantau Flash
Sri Mulyani Usul Minuman Manis dalam Kemasan Jadi Objek Cukai
Wabah Virus Korona Dongkrak Harga Emas ke Level Tertinggi
Ketua DPRD Sebut Surat Anies Baswedan Soal Formula E Ilegal
Freeport Keluarkan Kocek 600 Juta Dolar AS untuk Bangun Smelter
Victoria Keluarkan Peringatan Berhati-hati Terhadap WNI Terkait Korona

Tokopedia Dukung Pengembangan UMKM Lokal

Tokopedia Dukung Pengembangan UMKM Lokal External Communications Lead Tokopedia, Ekhel Chandra Wijaya. (Foto: ANT)

Pantau.com - Perdagangan elektronik (e-commerce) Tokopedia mendukung perekonomian usaha mikro kecil menengah (UMKM) lokal supaya bisa lebih berkembang dari sebelumnya, salah satunya di Jawa Timur.

External Communications Lead Tokopedia, Ekhel Chandra Wijaya mengatakan, pada 2018 total transaksi hanya Rp73 triliun dan tahun ini diproyeksikan GMV (Gross Merchandise Value) atau transaksi dari para penjual hingga akhir tahun yang ditargetkan sebesar Rp222 triliun.

"Di Jatim, Tokopedia berkontribusi sebanyak Rp 9,068 triliun terhadap gross domestic product (GDP) Jatim pada tahun lalu. Prediksi kami tahun ini meningkat jadi Rp25,19 triliun," kata Ekhel, Selasa (3/12/2019).

Ke depan, kata dia, pihaknya akan terus memperluas akses masyarakat sekaligus untuk mendorong pemerataan ekonomi secara digital.

Baca juga: Kemenkop dan Tokopedia Siap Perkuat UMKM Agar Tembus Pasar Global

"Kami mengembangkan beberapa inisiatif lokal yang meliputi Tokopedia Center, Mitra Tokopedia, dan Tokopedia Corner. Sejak diluncurkan pada September 2018, Tokopedia Center telah hadir di 23 daerah di Indonesia," ujarnya.

Ia menjelaskan, Tokopedia Center sebagai pusat edukasi digital ditujukan untuk membantu pelaku UMKM yang ingin mengembangkan usahanya.

"Apalagi selama ini 94 persen dari penjual termasuk ultra mikro dengan penjualan di bawah Rp100 juta per tahun," katanya.

Meski tidak disebutkan secara detail jumlah mitra penjual di Jatim, pihaknya menyebutkan pertumbuhan jumlah penjual di Jatim sebanyak 66 persen selama dua tahun terakhir.

Baca juga: Tokopedia Berencana Dual Listing, Salah Satunya ke Luar Negeri

"Sementara rata-rata peningkatan jumlah penjual secara nasional sebesar 150,40 persen per tahun," katanya.

Pada kesempatan yang sama, salah satu pedagang kerajinan rotan, Erik mengatakan jika semenjak menggunakan aplikasi perdagangan elektronik dirinya mengaku mengalami peningkatan omset.

"Kalau dulu setiap bulan kami hanya menargetkan omset sebesar Rp500 ribu, kini sejak menggunakan perdangan elektronik bisa meningkat sampai dengan Rp10 juta perbulannya," imbuhnya.

Ia menjelaskan, kalau pelaku usaha hanya mengandalkan lapak mereka, kemungkinan yang beli hanya sebatas lokal saja. "Tetapi dengan menggunakan peradangan elektronik tentunya batang yang dijual bisa mencapai seluruh Indonesia," tukasnya.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Category
Ekonomi

Berita Terkait: