Pantau Flash
PSSI Akan Gelar Kongres Tahunan Secara Tatap Muka Demi Hindari Gangguan Internet
Bupati Purwakarta Imbau Warganet Hati-hati dengan Akun Palsu yang Mencatut Namanya
Gunung Merapi Erupsi, Hujan Abu Guyur Sejumlah Wilayah di Boyolali
Korban Meninggal Dunia Akibat Gempa di Sulbar Mencapai 105 Orang
COVID-19 RI per 27 Januari: Kasus Positif 1.024.298 dan Pasien Sembuh 831.330

Positif Korona, Seekor Anjing di Hong Kong Ikut Dikarantina

Headline
Positif Korona, Seekor Anjing di Hong Kong Ikut Dikarantina Ilustrasi. (Foto: Antara)

Pantau.com - Otoritas Hong Kong melakukan karantina terhadap seekor anjing milik pasien infeksi virus korona, yang diduga merupakan kasus pertama penularan dari manusia ke hewan.

Departemen Pertanian, Perikanan, dan Konservasi (AFCD) Hong Kong, mengungkapkan, anjing tersebut mendapat hasil "positif namun lemah" dari pengujian virus korona, yang mengindikasikan infeksi tingkat rendah.

Baca juga: Arab Saudi Larang Warganya Umrah Akibat Virus Korona

"Departemen akan melanjutkan pengawasan yang ketat terhadap anjing tersebut, serta mengulang pengujian kemudian. Anjing hanya akan dikembalikan kepada pemiliknya setelah hasil uji dinyatakan negatif," kata AFCD melalui keterangan tertulis pada Rabu 4 Maret 2020.

AFCD menambahkan, tidak ada bukti bahwa hewan peliharaan bisa menjadi sumber infeksi virus korona.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga mengatakan bahwa sejauh ini tidak ada bukti bahwa hewan peliharaan bisa terinfeksi virus tersebut.

Ahli penyakit yang berbasis di Singapura, Dale Fisher, justru mengatakan hal itu mungkin terjadi, kendati hewan pada umumnya tidak akan menunjukkan gejala-gejala dan cenderung tidak menyebarkan virusnya lebih lanjut.

"Sebagian hewan mempunyai reseptor yang sama untuk COVID-19, sehingga mereka bisa saja terinfeksi penyakitnya, tetapi hewan secara umum tidak menunjukkan gejala," kata Fisher, yang menjabat kepala Jaringan Global Peringatan dan Penanganan Wabah yang dikoordinasikan oleh WHO.

Dia menambahkan, "Hal ini mungkin, namun memang belum terbukti, dan saya yakin tidak akan berpengaruh banyak terhadap wabah," tuturnya.

Para ahli kesehatan hewan yang memeriksa kasus anjing di Hong Kong menyebut bahwa para pemilik peliharaan tidak usah berlebihan mengenai hal ini, apalagi sampai meninggalkan hewan milik mereka.

Baca juga: Penumpang Positif Korona, Singapura Tunda Penerbangan Turkish Airlines

Kasus infeksi virus korona di Hong Kong, hingga saat ini, tercatat sebanyak 105 kasus terkonfirmasi, dengan dua kasus kematian dan 43 kasus pasien berhasil sembuh.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: