Pantau Flash
Luis Suarez Sepakati Kontrak 2 Tahun Bersama Atletico Madrid
Pertamina EP Asset 3 Berhasil Tingkatkan Produksi Migas
Pemprov DKI Gandeng 26 Rumah Sakit Swasta Jadi Rujukan COVID-19
Wali Kota Bandung Minta Warga Waspadai Klaster Keluarga COVID-19
Kota Sukabumi Laporkan Kasus Kematian Pertama Akibat COVID-19

Terungkap, Suriah Bantu AS dalam Pembunuhan Qassem Soleimani

Terungkap, Suriah Bantu AS dalam Pembunuhan Qassem Soleimani Sebagai komandan pasukan Quds Iran, Soleimani adalah tokoh kunci dalam kampanye lama Iran untuk mengusir pasukan AS keluar dari Irak (Nazanin Tabatabaee/WANA via Reuters)

Pantau.com - Kepala Pasukan Quds Qaseem Soleimani tiba di bandara Damaskus dengan kendaraan yang memiliki kaca gelap. Empat tentara dari Garda Revolusi Iran turut bersamanya. Mereka semua parkir di dekat tangga yang mengarah ke Cham Wings Airbus A320, yang akan terbang ke Baghdad.

Baik Soleimani maupun para prajurit itu tidak terdaftar pada manifesto penumpang, menurut seorang karyawan maskapai Cham Wings yang menggambarkan tempat keberangkatan mereka dari ibukota Suriah, kepada Reuters.

Dilansir Al Jazeera, Jumat (10/1/2020), Soleimani memilih untuk tidak menggunakan pesawat pribadinya karena meningkatnya kekhawatiran tentang keamanannya, dihimpun dari sumber keamanan Irak yang mengetahui tentang pengaturan keamanan jenderal tersebut.

Namun, penerbangan itu rupanya menjadi yang terakhir bagi Soleimani. Roket yang ditembakkan dari pesawat tak berawak atau drone milik Amerika Serikat itu membunuhnya ketika ia meninggalkan bandara Baghdad dalam konvoi dua kendaraan lapis baja. Selain Soleimani, wakil kepala Pasukan Mobilisasi Populer (PMF) Abu Mahdi al-Muhandis, yang menemuinya di bandara juga tewas dalam serangan udara tersebut.

Baca juga: Menerka Langkah Iran Melawan AS, Akankah Perang Dunia Kembali Terjadi?

Usai serangan itu terjadi, Irak langsung menggelar investigasi terhadap pembunuhan dua petinggi militer tersebut. Agen Keamanan nasional langsung menutup bandara dan mencegah puluhan staf keamanan untuk pergi, termasuk kepolisian, petugas paspor, dan agen intelijen.

Penyelidik berfokus pada bagaimana informan yang dicurigai berada dalam bandara Damaskus dan Baghdad bekerja sama dengan militer AS untuk membantu melacak dan menentukan posisi serangan terhadap Soleimani. Ini merupakan hasil wawancara Reuters dengan dua pejabat keamanan yang terlibat langsung tentang penyelidikan Irak, dua pegawai bandara Baghdad, dua pejabat polisi, dan dua karyawn Cham Wings Airline dari Suriah, sebuah maskapai penerbangan komersial swasta yang berkantor pusat di Damaskus.

Agen Keamanan Nasional Irak sedang menyelidiki dua pekerja keamanan bandara, yang diduga berperan dalam pembunuhan Soleimani di luar bandara pada 3 Januari (Kantor Pers Perdana Menteri Irak via AP)

Dugaan Kebocoran

Penyelidikan ini dipimpin oleh Falih al-Fayadh, yang bertindak sebagai Penasihat Keamanan Nasional Iak dan Kepala PMF (badan yang berkoordinasi dengan milisi Syiah), yang memiliki hubungan dekat dengan Soleimani. 

Para penyelidik Badan Keamanan Nasional memiliki indikasi kuat bahwa jaringan mata-mata di dalam Bandara Baghdad terlibat dalam membocorkan rincian keamanan sensitif tentang kedatangan Soleimani kepada Amerika Serikat, salah satu pejabat keamanan Irak mengatakan kepada Reuters.

Baca juga: 6 Fakta Roket Katyusha, Roket Andalan Iran untuk Lawan AS

Para tersangka termasuk dua staf keamanan di bandara Baghdad dan dua karyawan Cham Wings -seorang mata-mata di bandara Damaskus dan satu lagi bekerja di pesawat, kata sumber itu.

Para penyelidik Badan Keamanan Nasional yakin keempat tersangka, yang belum ditangkap, bekerja sebagai bagian dari kelompok yang lebih luas yang memberi informasi kepada militer AS, kata pejabat itu. Dua karyawan Cham Wings sedang diselidiki oleh intelijen Suriah. Namun, Direktorat Intelijen Umum Suriah tidak menanggapi permintaan untuk berkomentar.

Pembunuhan Soleimani memicu curahan kemarahan di Iran dan menyerukan balas dendam terhadap AS (Ebrahim Noroozi/AP)

Tim informan

Di Baghdad, agen Keamanan Nasional sedang menyelidiki dua pekerja keamanan bandara, yang merupakan bagian dari Layanan Perlindungan Fasilitas negara itu. "Temuan awal tim investigasi Baghdad menunjukkan bahwa tip pertama pada Soleimani berasal dari bandara Damaskus," kata pejabat itu. 

Tugas sel bandara Baghdad adalah mengkonfirmasi kedatangan target dan detail konvoi Soleimani. Kantor media badan Keamanan Nasional Irak tidak menanggapi permintaan komentar, seperti halnya misi Irak untuk PBB di New York. Departemen Pertahanan AS menolak mengomentari apakah informan di Irak dan Suriah berperan dalam serangan itu.

Para pejabat AS yang tidak disebutkan identitasnya mengatakan kepada Reuters bahwa Amerika Serikat telah melacak gerakan-gerakan Soleimani selama berhari-hari sebelum serangan itu, tetapi menolak mengatakan bagaimana militer menunjukkan lokasinya pada malam serangan terjadi. Seorang manajer Cham Wings di Damaskus mengatakan karyawan perusahaan penerbangan dilarang mengomentari serangan atau penyelidikan itu. 

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Kontributor - NPW

Berita Terkait: