Pantau Flash
Gagal Jantung dan Terinfeksi Korona, Komedian Eddie Large Meninggal Dunia
Para Eksportir Belum Diwajibkan Konversi Dolar ke Rupiah
Fit and Proper Test Cawagub DKI Jakarta Direncanakan Hari Ini
Pengajuan Bebas Bersyarat Roro Fitria Dikabulkan Kemenkum HAM
Arab Saudi Lockdown Mekah dan Madinah

Trump: Perjanjian Damai dengan Taliban Sudah Sangat Dekat

Trump: Perjanjian Damai dengan Taliban Sudah Sangat Dekat Arsip foto. Presiden Afghanistan Ashraf Ghani menyampaikan komentar kepada personel militer AS di samping Presiden AS Donald Trump di Pangkalan Udara Bagram di Afghanistan, 28 November 2019. (Foto: Reuters/Tom Brenner)

Pantau.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melihat ada peluang bagus AS yang akan mencapai kesepakatan dengan Taliban pada akhir Februari tentang penarikan pasukan AS dari Afghanistan.

"Saya pikir kita sudah sangat dekat," kata Trump pada siaran podcat di Radio iHeart ketika ditanya apakah kesepakatan tentatif telah tercapai. "Saya pikir ada oeluang bagus bahwa kita ajan sepakat. Kita akan tahu selama dua minggu ke depan," tambahnya dikutip Reuters, Kamis (14/2/2020).

Komentar Trump itu merupakan indikasi terbaru kemajuan signifikan dalam negoisasi yang telah dilaukan Amerika dan Taliban sejak Desember di Qatar. Sebelumnya, Sekretaris Negara AS Mike Pompeo mengatakan pembicaraan telah mencapai terobosan yang cukup penting.

Baca juga: Afghanistan Tukar Kepala Pimpinan Taliban dengan Warga AS dan Australia

Sementara itu, Sekretaris Pertahanan Mark Esper mengatakan, kedua pihak telah menegosiasikan usulan pengurangan tujuh hari dalam kekerasan oleh beberapa anggota parlemen dipandang sebagai ujian bagi kontrol kepemimpinan Taliban terhadap para pejuangnya.

Sumber mengatakan kepada Reuters bahwa kesepakatan damai AS-Taliban dapat ditandatangani bulan ini, sebuah langkah yang akan membuka jalan bagi penarikan sekitar 13.000 tentara AS dan ribuan personel NATO lainnya, 18 tahun setelah koalisi pimpinan-AS menyerbu menyusul 11 September 2001, serangan al Qaeda di Amerika Serikat.

Pompeo menyatakan optimisme dan kehati-hatian. "Kami telah membuat kemajuan nyata selama beberapa hari terakhir dan Presiden memberi kami wewenang untuk terus melakukan percakapan," kata Pompeo.

Baca juga: PBB: Sejak Awal 2019, Hampir 4.000 Orang Tewas Akibat Perang di Aghanistan

"Kami berharap sampai ke tempat di mana bisa mendapatkan pengurangan yang signifikan dalam kekerasan. Tidak hanya pada selembar kertas, dan jika kita bisa sampai di sana, jika kita bisa memegang postur itu untuk sementara waktu, maka kita akan bisa memulai diskusi serius yang melibatkan semua warga Afghanistan," kata Pompeo.

Berita tentang perjanjian potensial muncul di tengah serangan lanjutan oleh Taliban, yang menguasai sekitar 40 persen Afghanistan, menurut pejabat pertahanan Afghanistan.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - NPW

Berita Terkait: