Pantau Flash
7.714 Pasien di RSD Wisma Atlet Dinyatakan Sembuh dari COVID-19
7 Orang Tewas Akibat Kebakaran di Hotel Fasilitas COVID-19 India
Ronaldinho Segera Bebas Setelah Kejaksaan Sepakati Kesepakatan
Polisi Jerat 'Gilang Bungkus' dengan Pasal Perbuatan Tidak Menyenangkan
Juventus Resmi Pecat Maurizio Sarri

Trump Perpanjang Masa Pemberian Tunjangan kepada Pengangguran

Headline
Trump Perpanjang Masa Pemberian Tunjangan kepada Pengangguran Presiden AS Donald Trump. (Foto: Reuters via Antara)

Pantau.com - Menteri Keuangan Amerika Serikat Steven Mnuchin mengatakan, pemerintahan Presiden Donald Trump mendukung perpanjangan tunjangan pengangguran hingga akhir tahun dalam putaran bantuan virus korona berikutnya, meskipun dengan jumlah yang dikurangi.

Pemerintah dan Kongres AS telah berupaya untuk mencapai kesepakatan soal paket bantuan berikutnya karena tunjangan pengangguran, yang ditingkatkan menjadi 600 dolar AS (sekitar Rp8,7 juta) per minggu dan disetujui Kongres pada awal pandemi, berakhir pada 31 Juli.

Baca juga: Trump: Jika Anda Tidak Bisa Jaga Jarak, Maka Pakailah Masker

Mnuchin mengatakan dia telah berbicara pada Jumat  24 Juli 2020, dengan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat dan pejabat tinggi partai Demokrat di Kongres, Nancy Pelosi, yang mengatakan tidak menginginkan perpanjangan asuransi pengangguran yang bersifat jangka pendek.

"Kami juga tidak ingin perpanjangan jangka pendek, kami menginginkan sesuatu hingga akhir tahun," kata Mnuchin di gedung Capitol pada Sabtu. Di gedung itu, Kepala Staf Gedung Putih Mark Meadows bertemu dengan staf Pemimpin Mayoritas Senat Mitch McConnell soal upaya menyelesaikan detail paket bantuan.

Baca juga: Trump Tutup Kampanye pada Juni dengan Gelontorkan Rp1,66 Triliun

Mnuchin mengatakan pekan lalu bahwa Partai Republik menginginkan perpanjangan tunjangan pengangguran yang menggantikan 70 persen dari upah. "Kami ingin memastikan bahwa ada koreksi teknis, sehingga orang tidak dibayar lebih banyak untuk tinggal di rumah daripada bekerja," katanya.

Mnuchin mengatakan dia berharap agar rancangan awal undang-undang itu akan muncul. Meadows menyiratkan bahwa kesepakatan tentang undang-undang mandiri soal tunjangan pengangguran itu dapat dicapai sebelum batas waktu 31 Juli, dengan demikian menyisakan waktu untuk masalah-masalah lain guna membantu warga Amerika dalam menangani perlambatan ekonomi akibat pandemi.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta

Berita Terkait: