Pantau Flash
Tottenham Potong Gaji Karyawaran Sebesar 20 Persen
Ganjar Mohon Tak Ada Lagi Penolakan Pemakaman Jenazah Positif COVID-19
Korona di DKI Jakarta 1 April: 794 Positif, 87 Meninggal, dan 51 Sembuh
Pangeran Albert II Dinyatakan Sembuh dari COVID-19
Mantan Presiden Marseille Meninggal Akibat Virus Korona

WHO Peringatkan Penularan Virus Korona Antar Manusia Meski Tidak ke China

WHO Peringatkan Penularan Virus Korona Antar Manusia Meski Tidak ke China Kepala Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan, ada contoh penularan virus korona di antara orang-orang yang belum pernah ke China. (Reuters/Aly Song)

Pantau.com - Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus memperingatkan, kasus virus korona yang dipastikan ditularkan oleh orang-orang yang belum pernah berpergian ke China bisa menjadi "puncak gunung es".

Pernyataan Tedros Adhanom Ghebreyesus datang ketika anggota misi ahli internasional yang dipimpin WHO terbang ke China pada hari ini untuk membantu mengoordinasikan respons terhadap wabah yang sejauh ini telah menginfeksi lebih dari 40.000 orang dan menewaskan 908 di negara itu.

"Ada beberapa contoh terkait penyebaran 2019-nCoV selanjutnya dari orang-orang yang tidak memiliki riwayat perjalanan ke China," kata Ghebreyesus, dikutip dari The Guardian, Senin (10/2/2020).

Baca juga: WHO Kirim Tim Misi Internasional Hadapi Wabah Korona di China

"Deteksi sejumlah kecil kasus dapat mengindikasikan penularan yang lebih luas di negara lain; singkatnya, kita mungkin hanya melihat ujung gunung es."

Sementara penyebaran virus di luar China tampaknya lambat, Ghebreyesus memperingatkan itu bisa terjadi dengan cepat.

"Penahanan tetap menjadi tujuan kami, tetapi semua negara harus menggunakan jendela peluang yang diciptakan oleh strategi penahanan untuk mempersiapkan kemungkinan kedatangan virus," katanya.

Baca juga: Korban Meninggal Akibat Virus Korona Lebih Tinggi daripada SARS

Di luar China daratan, ada lebih dari 350 infeksi dilaporkan di hampir 30 tempat. Ada dua kematian, satu di Filipina dan satu di Hong Kong.

Epidemi ini telah menyebabkan gangguan besar di China dengan kota-kota yang biasanya penuh sesak menjadi kota hantu selama dua minggu terakhir ketika penguasa partai Komunis memerintahkan penguncian virtual, membatalkan penerbangan, menutup pabrik, dan menutup sekolah.

Pihak berwenang telah memerintahkan untuk menerapkan hingga 10 hari ekstra liburan tahun baru Imlek.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - NPW

Berita Terkait: