Pantau Flash
Rekor Lagi! Kasus COVID-19 di Indonesia Melonjak Naik 8.369 Hari Ini
Lemhannas: Benny Wenda Tidak Punya Kewenangan untuk Deklarasi Papua Barat
Ditangkap Bareskrim di Bogor, Ustadz Maaher Jadi Tersangka Kasus UU ITE
Dari Penggeledahan Rumah Dinas Edhy Prabowo, KPK Temukan Uang Rp4 Miliar
Positif COVID-19, Kasudin Pendidikan Jaktim Meninggal Dunia

3 Tewas Akibat Penusukan di Gereja Perancis, Pelaku Teriak 'Allahu Akbar'

3 Tewas Akibat Penusukan di Gereja Perancis, Pelaku Teriak 'Allahu Akbar' Ilustrasi. (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Insiden penusukan di sebuah gereja di Kota Nice, Perancis, pada Kamis (29/10/2020), menyebabkan tiga orang meninggal dunia. Sementara sejumlah orang luka-luka. Pelaku dari peristiwa yang disebut sebagai aksi terorisme itu sudah ditangkap otoritas keamanan.

Wali Kota Christian Estrosi mengatakan, serangan pisau yang terjadi di atau dekat gereja Notre Dame kota Nice, pada pukul 09.00 Kamis pagi waktu setempat. Ia juga mengatakan, penyerang meneriakkan "Allahu Akbar" beberapa kali saat dia ditangkap dan diborgol oleh polisi, demikian dikutip dari The Guardian.

Baca juga: F-PPP Desak Menlu Gandeng OKI Soal Ucapan Macron dengan Nada Islamophobia

Sementara itu Menteri Dalam Negeri Perancis Gerald Darmanin berkata di Twitter, langsung mengadakan rapat darurat setelah serangan tersebut.

Serangan itu terjadi ketika Perancis menjadi sorotan dunia dengan kasus pemenggalan guru sekolah, Samuel Paty, oleh pria asal Chechnya pada Oktober ini hingga pernyataan kontroversial tentang Islam oleh Presiden Emmanuel Macron.

Belum diketahui pasti apa yang menjadi motif di balik serangan di kota Nice dan masih belum diketahui. Apakah insiden itu ada kaitannya dengan kartun Nabi Muhammad, yang dianggap umat Muslim sebagai penghinaan.

Baca juga: Mahfud MD: MACRON Harus Tahu, Agama Islam adalah Agama Rahmah

Sejak pembunuhan Paty, pejabat Perancis menegaskan kembali hak untuk memperlihatkan kartun tersebut, dan gambar-gambar itu secara luas dipajang di aksi solidaritas untuk guru tersebut.

Hal itulah yang telah memicu amarah di sebagian dunia Muslim. Bahkan, sejumlah pemerintahan dunia menuduh Presiden Perancis Emmanuel Macron mengejar agenda anti-Islam.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi

Berita Terkait: