Pantau Flash
Kemenkeu: Kita Sudah Resesi Sepanjang Tahun
Kemenhub: 3 Maskapai Langgar Aturan Kapasitas Pesawat
Camat di Perbatasan Negara Bakal Punya Kewenangan Multidisiplin Ilmu
Percepat Ekspor-Impor, Mendag Dorong Ekosistem Logistik Nasional
Mabes Polri Larang Seluruh Kegiatan Keramaian di Tingkat Wilayah

Cegah Penumpukan Penumpang KRL, Pemkot Depok Usul Pembagian Jam Kerja

Cegah Penumpukan Penumpang KRL, Pemkot Depok Usul Pembagian Jam Kerja Sejumlah penumpang berada di dalam gerbong kereta rel listrik (KRL) Commuterline di Stasiun Manggarai, Jakarta, Selasa (14/4/2020). (Foto: Antara/M Risyal Hidayat)

Pantau.com - Pemerintah Kota Depok mengusulkan kepada pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, untuk melakukan pengaturan jam kerja pegawai baik pegawai pemerintah maupun swasta, melalui pembagian shift dalam bekerja.

"Usulan ini dimaksudkan untuk mengurangi penumpukan penumpang KRL pada jam-jam sibuk," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Dadang Wihana di Depok, Selasa (9/6/2020).

Baca juga: Kemenkes Akui Pandemi Korona Guncang Program Imunisasi

Selain itu, kata Dadang, juga pula perlu diberikan fasilitas layanan antarjemput pegawai dari kantor atau perusahaan tempat kerjanya, agar tidak terkonsentrasi seluruhnya dengan menggunakan commuter line yang semakin padat.

Dadang menjelaskan dengan PSBB Proporsional wilayah Bogor, Depok, Bekasi dan PSBB Transisi di DKI Jakarta, terjadi peningkatan pergerakan orang yang cukup tinggi, karena sejumlah kantor dan perusahaan yang sebelumnya tutup mulai melakukan aktivitas.

Baca juga: Survei Ungkap 60 Persen Bansos Tak Tepat Sasaran, Ini Respons Istana

Kondisi ini pun dapat terlihat dari panjangnya antrean penumpang di sejumlah stasiun kereta ketika jam sibuk (peak hour). Di Wilayah Kota Depok antrean penumpang terjadi di Stasiun Citayam hingga pukul 09.30 WIB.

"Kami mengimbau kepada seluruh warga terutama kelompok lanjut usia, untuk menunda perjalanan dengan commuter line jika tidak ada kepentingan mendesak, demikian pula bagi warga yang akan bepergian membawa balita," ujarnya.

Hal ini katanya untuk menghindari risiko penularan COVID-19 yang akan berakibat fatal bagi dirinya.


Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: