Pantau Flash
Total Ada 16 Orang Ditangkap Terkait OTT Bupati Banggai Laut
Dokter: Kelelahan pada Penyintas Korona Jadi Gejala Fenomena 'Long COVID'
Bamsoet: Deklarasi Benny Wenda Makar, Pemerintah Harus Tindak Tegas
Rekor Lagi! Kasus COVID-19 di Indonesia Melonjak Naik 8.369 Hari Ini
Lemhannas: Benny Wenda Tidak Punya Kewenangan untuk Deklarasi Papua Barat

DPR: Jangan Ada Justifikasi Masker Scuba Tidak Bagus

DPR: Jangan Ada Justifikasi Masker Scuba Tidak Bagus Anggota Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI Ribka Tjiptaning dalam pertemuan dengan Direksi Rumah Sakit Krakatau Medika, di Cilegon, Banten, Senin, (28/9/2020). (Foto: Andri/Man via dpr.go.id)

Pantau.com - Anggota BURT DPR RI Ribka Tjiptaning menyayangkan anjuran pemerintah untuk tidak lagi menggunakan masker jenis scuba dalam penyebaran COVID-19.

"Sebenarnya dengan modifikasi masker tersebut dilapis tiga atau diberi tisu untuk melapisinya, agar lebih efektif penyaringan, saya kira menjadi jalan tengah supaya masker itu juga bisa sehat di pakai," kata Ribka usai pertemuan dengan Direksi Rumah Sakit Krakatau Medika, dilansir dpr.go.id, Selasa (29/9/2020).

Menurutnya pernyataan tersebut malah membuat para pengrajin dan penjahit masker yang sudah terdampak COVID-19 menjadi makin terpuruk. Ia menyebutkan, jangan sampai kreasi anak bangsa yang mencoba bertahan dalam krisis ini, pupus oleh kepentingan segelintir pengusaha masker.

Baca juga: Satgas COVID-19: Masker Jenis Scuba dan Buff Terlalu Tipis

Ribka menyampaikan, penggunaan masker di tengah pandemi COVID-19 sifatnya wajib. Tindakan ini lebih ditekankan pada penggunaan masker dengan benar dan sesuai yang akan memberikan perlindungan pada penggunanya dan orang lain.

“Saat berada di ruang publik, kita dianjurkan untuk menggunakan masker untuk mencegah penularan virus korona,” jelas politisi PDI Perjuangan itu.

Seperti diketahui masker, pada dasarnya masker dipakai untuk mencegah droplet atau cairan pada mulut, ketika batuk atau bersin. Sementara droplet yang terpapar virus pasti sangat berbahaya untuk orang lain, jika area mulut dan hidung tidak ditutup dengan masker.

Baca juga: Dokter Ungkap Alasan Mengejutkan Tentang Masker Scuba, Berbahaya!

“Tapi masih lebih baik pakai masker yang terbuat dari kain, ketimbang tidak menggunakan masker sama sekali,” pungkasnya.

Sebelumnya, juru bicara Satgas COVID-19, Wiku Adisasmito merespons imbauan PT Kereta Commuter Indonesia yang mengimbau masyarakat tidak mengenakan masker jenis scuba dan buff saat menumpang KRL.

Menurut Wiku, kedua masker jenis buff dan scuba memang terlalu tipis, sehingga kemungkinan virus untuk tembus lebih besar. "Masker scuba atau buff terlalu tipis, sehingga kemungkinan tembus lebih besar," ujar Wiku dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Selasa (15/9).

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi

Berita Terkait: