Pantau Flash
Disiplin Terapkan Prokes, Ketua Satgas COVID-19 Positif Korona
Total Positif COVID-19 di Indonesia Capai 965.283 dengan 13.632 Kasus Baru
BMKG Prediksi Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu Diguyur Hujan Disertai Petir
BPJS Kesehatan Pantau Pemanfaatan Aplikasi P-Care Vaksinasi COVID-19
Gempa Besar Magnitudo 7,1 Guncang Sulawesi Utara

Edhy Prabowo Si Anak Emas Kini Bikin Cemas, Pukulan Telak untuk Prabowo

Headline
Edhy Prabowo Si Anak Emas Kini Bikin Cemas, Pukulan Telak untuk Prabowo Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto didampingi Wakil Ketua Umum Edhy Prabowo. (Foto: Antara/Wahyu Putro A)

Pantau.com - Prabowo Subianto saat ini mungkin sedang cemas usai anak emasnya, Edhy Prabowo, yang juga menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, terciduk dalam operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemerantasan Korupsi (KPK).

Satgas KPK yang dipimpin Novel Baswedan menangkap Edhy Prabowo bersama dengan istrinya Iis Rosita Dewi dan sejumlah pejabat KPP di Bandara Soekarno Hatta Terminal 3 usai kembali dari lawatan di Amerika Serikat pada Rabu dini hari (25/11/2020).

Edhy Prabowo merupakan salah satu anak didik Prabowo Subianto yang kini menjabat sebagai Menteri Pertahanan Republik Indonesia. Penangkapan Edhy dinilai merupakan tamparan keras bagi Ketua Umum Partai Gerindra tersebut.

Baca juga: Di Mana Ada Menteri Edhy, di Situ Ada Ngabalin?

Kabar mengejutkan itu langsung dilaporkan ke Prabowo oleh Wakil Ketua DPP Gerindra Sufmi Dasco. Kepada Dasco, Prabowo menitahkan secara singkat kepada jajaran Partai Gerindra untuk menunggu perkembangan lebih lanjut dari KPK terkait Edhy, yang juga merupakan Wakil Ketua Umum bidang Ekonomi dan Lingkungan Hidup DPP Partai Gerindra.

Ditangkapnya Edhy Prabowo juga dinilai akan berpengaruh terhadap elektabilitas Partai Gerindra. Mantan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono bahkan menyebut hal itu telah mematikan cita-cita Prabowo sebagai Presiden RI. Seperti diketahui, Prabowo sudah dua kali mengikuti konstestasi Pilpres.

"Nah, dengan ditangkapnya Edhy Prabowo maka tamat sudah cita-cita Prabowo Subianto jadi Presiden Indonesia. Serta akan berpengaruh terhadap elektabilitas Partai Gerindra," kata Arief ketika dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (25/11/2020).

Baca juga: Kena OTT KPK, Berapa Harta Menteri KKP Edhy Prabowo?

"Ini pelajaran besar sekaligus tabokan besar bagi Prabowo sebagai bos besarnya Edhy Prabowo, bahwa ternyata mulut yang sudah berbusa-busa dengan mengatakan korupsi di Indonesia sudah stadium empat ternyata justru Edhy Prabowo anak buahnya dan asli didikan Prabowo sendiri justru menjadi menteri pertama di era Jokowi yang terkena operasi tangkap tangan oleh KPK," papar Arief.

Padahal, dalam survei Indonesia Elections and Strategic (indEX) Research pada pertengahan November menunjukkan, peta pertarungan menuju Pilpres 2024 masih dikuasai oleh Prabowo Subianto yang kembali unggul dari pesaing utamanya, Ganjar Pranowo dan Ridwan Kamil.

Temuan survei indEX Research juga menunjukkan Prabowo unggul 23,3 persen. Elektabilitas Prabowo sebelumnya mengalami pelemahan dari survei pada bulan Februari yang mencapai 21,1 persen menjadi 19,3 persen pada Mei dan 19,6 persen pada Agustus. Kini praktis Prabowo berhasil rebound yang menjadikan selisih dengan Ganjar dan Kang Emil kian melebar.

Lantas siapakah Edhy Prabowo? Berikut adalah profilnya.

Anak Emas yang Bikin Cemas

Dilansir Antara, Edhy Prabowo merupakan politikus Partai Gerindra yang menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan. Ia resmi dilantik pada 23 Oktober 2019 dengan menggantikan posisi Susi Pudjiastuti.

Pria kelahiran 26 Desember 1972 di Muara Enim, Sumatera Selatan, ini pernah mengenyam pendidikan di Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) --sekarang Akademi Militer (AKMIL) di Magelang, Jawa Tengah pada tahun 1991. Namun, ia tidak selesai karena dua tahun kemudian, dia dikeluarkan.

Setelah itu Edhy merantau ke Jakarta dan berkenalan dengan Prabowo Subianto yang saat itu berpangkat Letkol dan menjadi Komandan Grup II Kopassus TNI AD. Kedekatan itu pun berlanjut hingga saat ini, bahkan Edhy diajak bergabung dalam partainya.

Tidak sampai di situ, Prabowo pun bersedia membiayainya untuk kuliah di Universitas Moestopo jurusan Ekonomi Manajemen tahun 1997. Kemudian, Edhy melanjutkan pendidikan di Swiss German University dengan jurusan bisnis tahun 2004.

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto didampingi Wakil Ketua Umum Edhy Prabowo. (Foto: Antara/Wahyu Putro A)

Kendati demikian, ia memulai karier politiknya sejak tahun 2005 saat menjabat sebagai Ketua Bidang Pendidikan dan Pelatihan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). Ia bahkan sudah masuk Partai Gerindra sejak partai itu berdiri. Pada tahun 2012 ia diangkat sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Keuangan dan Pembangunan DPP Partai Gerindra dan masih memegang jabatan tersebut sampai saat ini. 

Di Pemilu 2009, Edhy lolos menjadi anggota DPR tahun 2009 dan bertugas di Komisi VI DPR RI yang membidangi perdagangan, perindustrian, koperasi, dan BUMN. Ia maju di Pemilu 2009 dari Dapil Sumatera Selatan II, yang merupakan kampung halamannya. Di daerah pemilihan itu, dia bersaing dengan para politikus senior seperti Mustafa Kamal, Dodi Alex Nurdin, dan Nazarudin Kiemas. 

Di Pemilu 2014, Edhy kembali lolos ke Senayan, dari Dapil Sumsel I setelah memperoleh 75.186 suara. Sejak 2014-2019, Edhy menjadi Ketua Komisi IV DPR RI.

Selain berpolitik, Edhy juga pernah mendirikan perusahaan jasa keamanan yaitu PT Garuda Security Nusantara dan menjabat sebagai Presiden Direktur. Selain itu, Edhy juga pernah menjadi Komisaris di PT Kiani Lestari Jakarta, perusahaan yang diketahui milik Prabowo Subianto.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Noor Pratiwi

Berita Terkait: