Pantau Flash
Ronaldinho Segera Dibebaskan dari Penjara Paraguay
Update Korona di Ibu Kota: 1.443 Kasus, 141 Meninggal, dan 69 Sembuh
Bank Indonesia: Cadangan Devisa Cukup Penuhi Kebutuhan
Komisi I DPR: Pelibatan TNI dalam PSBB Diperlukan
Son Heung-min Latihan Perang Kimia

Jumlah Pasien Positif Korona di Sleman Meningkat Jadi 6 Orang

Jumlah Pasien Positif Korona di Sleman Meningkat Jadi 6 Orang Petugas medis melintasi ruang isolasi Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Sardjito, Sleman, D.I. Yogyakarta. FOTO ANTARA/Hendra Nurdiyansyah

Pantau.com - Kasus pasien positif terinfeksi virus korona baru (COVID-19) di Kabupaten Sleman hingga Rabu (25/3/2020) tercatat enam orang. Jumlah ini meningkat empat orang dibandingkan minggu sebelumnya.

"Ada lonjakan kasus positif COVID-19 di Sleman, hingga hari ini terdapat enam kasus, atau ada empat kasus baru," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Joko Hastaryo di Sleman.

Baca juga: 43 Orang Meninggal Dunia Akibat COVID-19 di DKI Jakarta

Dia menjelaskan dengan adanya lonjakan kasus yang lebih dari dua kali lipat itu, menjadikan Sleman sebagai daerah dengan jumlah positif korona tertinggi di DIY.

"Secara teori epidemiologi dengan jumlah kasus tersebut sudah memenuhi kriteria status tanggap darurat bencana COVID-19," katanya.

Dia menjelaskan setidaknya ada dua hal yang menjadikan status tanggap darurat, yakni sebelumnya tidak ada kasus menjadi ada kasus positif.

"Kemudian juga kenaikan kasus lebih dari dua kali lipat, minggu lalu dua kasus minggu ini naik jadi enam kasus," katanya.

Dengan adanya peningkatan jumlah kasus positif itu, pihaknya melakukan penelusuran untuk mengidentifikasi penyebaran.

Baca juga: Catat! Ada 8 Lokasi Rapid Test Korona di Kota Bogor dengan 800 Alat

"Tracking (penelusuran) dilakukan sesuai panduan dari Kemenkes. Tim tracking harus kami pecah menjadi enam subtim sesuai dengan kasus positif agar bisa secara cepat menjangkau keenamnya," katanya.

Joko mengatakan enam kasus positif tersebut, meliputi Kecamatan Ngemplak satu kasus, Kalasan satu kasus, Ngaglik satu kasus, Berbah satu kasus, Depok satu kasus, dan Gamping satu kasus.

"Mereka ini dirawat di Rumah Sakit JIH, RS Panti Rapih, dan RS Bhayangkara Polda DIY. Untuk usia pasien, yakni 36 tahun, 69 tahun, 35 tahun, 59 tahun, 61 tahun dan 14 tahun. Sedangkan jenis kelamin tiga orang perempuan dan tiga orang laki-laki," katanya.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - TIH

Berita Terkait: