Pantau Flash
Satgas Laporkan 5.910.921 Jiwa Warga Indonesia Telah Mendapatkan Vaksinasi Lengkap
Polisi Libatkan Interpol Buru Pria Mengaku Nabi ke-26
Kanada Kembali Laporkan Kasus Pembekuan Darah Akibat Vaksin AstraZeneca
Penerima Vaksin COVID-19 Bertambah 95.060 Menjadi Total 10.801.244 Orang
Fly Over Cakung Bakal Uji Coba Perdana pada 19 hingga 21 April

Kementan Dorong Generasi Muda Masifkan Agrososiopreuner

Headline
Kementan Dorong Generasi Muda Masifkan Agrososiopreuner Duta Petani Indonesia 2018, Nur Agis Aulia. (Foto: Dok. Kementan)

Pantau.com - Kementerian Pertanian mendorong peranan generasi muda dalam menumbuhkembangkan wirausahawan baru 2021 secara masif dan berkelanjutan. Ini penting dilakukan mengingat pertanian adalah sektor strategis yang memiliki potensi besar terhadap perbaikan ekonomi nasional. Hal itu disampaikan Plt Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang, Bambang Sudarmanto dalam Webminar Aksara, Sabtu, 27 Februari 2021.

"Setiap tahun Indonesia mengalami penyusutan petani hingga 500 ribu. Ini harus kita sikapi, karena kalau bukan kita siapa lagi. Makanya kita harus menumbuhkembangkan semangat agrososiopreuner untuk masa depan pertanian kita yang lebih baik," ujar Bambang.

Baca juga: Kementan Ungkap Status Ketahanan Pangan Indonesia Semakin Baik

Menurut Bambang, sektor pertanian merupakan sektor strategia yang memiliki dampak positif terhadap kemajuan ekonomi di tengah krisis global akibat pandemi Covid-19 yang berkepanjangan. Berdasarkan catatan BPS, pertanian tumbuh 2,59 persen dengan nilai ekpor 15 persen.

"Kita berharap teman-teman menciptakan lapangan kerja bukan menciptakan pekerja. Apalagi sektor pertanian dimasa pandemi ini yang paling tumbih positif adalah sektor pertanian," katanya.

Duta Petani Indonesia 2018, Nur Agis Aulia meminta generasi muda untuk memupuk mental yang kuat serta mendalami kemampuan Agropreuneur dengan membuka akses jejaring secara luas. Selain itu, anak muda juga dituntut untuk fokus terhadap usaha pertanian dan peternakan dengan tekun dan penuh percaya diri.

"Saya memulai usaha dengan penuh susah payah. Tidak ada yang instan. Semua harus berkeringat jika ingin menuai hasil yang maksimal. Maka itu mental dan semangat kita harus dijaga setiap hari," katanya.

Duta Petani Indonesia 2018, Nur Agis Aulia. (Foto: Dok. Kementan)

Nur Agis adalah generasi muda yang kini sukses membangun usaha tani dibawah naungan Jawara Farm. Usahanya perlahan tapi pasti mulai menunjukan perkembangan signifikan, dimana saat ini sudah memiliki cabang di 20 kita dan kabupaten. Adapun bidang usaha yang digeluti Nur Agis adalah pertanian dan peternakan.

"Dalam pikiran saya selalu tertanam untuk sukses dan berkontribusi terhadap pertanian Indonesia," katanya.

Alumni Polbangtan Malang yang juga owner POC Bio Enzim Multitani Tanjung Lombok Utara, Fitri Rosalia Kusuma Dewi, menambahkan bahwa usaha tani adalah jalan keluar untuk merubah perekonomian keluarga menjadi lebih baik. Pertanian juga adalah solusi untuk membangkitkan gairah usaha yang dibutuhkan masyarakat.

"Solusi dari segala persoalan masyarakat itu adalah pertanian. Karena itu sebagai generasi muda kita dituntut untuk berinovasi menunjang revolusi pertanian. Kitalah yang harus memecahkan msalah di masyarakat. Makanya kita harus yakin dengan kemampuan kita sendiri dimana pertanian adalah sektor yang menguntungkan," tutupnya.

Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri menyampaikan bahwa pemerintah telah menyediakan akses pasar dan layanan fasilitas sarana prasarana yang memadai bagi kaum milenial yang akan terjuan di sektor pertanian.

“Anak muda tidak perlu ragu menjadi seorang petani apalagi mereka memiliki kemampuan daya jelajah yang tidak terbatas oleh ruang dan waktu,” kata Kuntoro.

Baca juga: Kementan Bersyukur Sektor Pertanian Tetap Berkontribusi Positif Sepanjang 2020

Di saat pandemi, pertanian menurut Kuntoro adalah sektor yang justru menjanjikan. Menurutnya, tahun 2020 dilalui dengan tidak mudah, mulai dengan munculnya beberapa permasalahan dalam produksi hingga pemasaran yang terhambat pembatasan jalur distribusi.

“Produk Domestik Bruto (PDB) pertanian pada kuartal IV 2020 tumbuh sebesar 2,59 persen (yoy), dan pada pertumbuhan ekonomi sebesar 1,75 persen (yoy). Ini karena petani kita hebat dan tangguh, tetap berkontribusi bagi ekonomi nasional. Dan saya berharap, akan lebih banyak lagi anak-anak muda yang terlibat, mejadi bagian dari keberhasilan itu,” pungkasnya.

Tim Pantau
Editor
Gilang K. Candra Respaty

Berita Terkait: