Pantau Flash
Presiden Jokowi Tegaskan Pilkada Serentak 2020 Tidak akan Ditunda
PSBB Jakarta Diperketat, BPJS Ketenagakerjaan Optimalkan Lapak Asik
Bareskrim Polri Kirim SPDP Kasus Kebakaran Gedung Kejaksaan ke Kejagung
Kemendikbud Terbitkan Persekjen 14/2020 Soal Juknis Bantuan Kuota Internet
Enam Jenazah WNI Ditemukan di Pantai Johor Malaysia

Kominfo Siapkan 17.845 Tempat Upacara Virtual HUT RI ke-75

Kominfo Siapkan 17.845 Tempat Upacara Virtual HUT RI ke-75 Ilustrasi HUT Kemerdekaan RI (Pantau.com/Amin H. Al Bakki)

Pantau.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika menyebutkan setidaknya 17.845 tempat telah disiapkan bagi masyarakat yang ingin mengikuti upacara bendera memeringati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-75 RI secara virtual.

Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo Prof Widodo Muktiyo menyatakan, upacara bendera di Istana Merdeka secara total akan berlangsung secara virtual.

"Yang ikut di Istana akan dibatasi, tetapi kami mengundang masyarakat luas untuk mengikuti upacara bendera secara virtual. Kami siapkan tempat untuk 17.845 peserta upacara virtual," kata dia dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Selasa (11/8/2020).

Baca juga: Upacara HUT RI ke-75 di Istana Merdeka Bakal Tetap Digelar, tapi...

Meski tengah menjalani suasana berbeda akibat pandemik COVID-19, ia mengatakan peringatan HUT Ke-75 RI tetap akan meriah melalui apa itu yang disebut realitas virtual.

"Kami sedang mengonsolidasikan ke kementerian, lembaga dan daerah, bahwa 17 Agustus kali ini kita harus gembira melalui virtual. Ada realitas lain di luar realitas sosial, yakni realitas virtual, termasuk pada prosesi upacara bendera 17 Agustus di Istana Merdeka," ujarnya.

Guru Besar Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta itu menggarisbawahi bahwa peringatan 75 Tahun Indonesia Merdeka menjadi momentum untuk mengulik optimisme menuju "Indonesia Maju".

"Presiden Jokowi menjadi lokomotif membawa bangsa ini menuju kemajuan, dan itu diikuti semua pihak. Termasuk saat mengeluarkan Pepres 82/2020 untuk memastikan keseimbangan penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi nasional sebagai dampak COVID-19," ucapnya menjelaskan.

Terkait maraknya hoax di masa pandemi, Widodo memaparkan bahwa pemerintah terus berupaya keras memantau dan melakukan upaya mengatasi berita-berita palsu dari media sosial maupun antarpercakapan kelompok di telepon pintar. "Hoax mempengaruhi betul perilaku masyarakat. Kita harus berantas benar penyakit ini," kata Ketua Dewan Pengawas Perum LKBN ANTARA itu.

Baca juga: Masyarakat Indonesia Diminta Hentikan Kegiatan pada Pukul 10.17 saat HUT RI

Selama enam bulan di masa COVID-19, Widodo menyimak adanya beberapa perubahan positif di masyarakat, misalny,a berkembangnya gaya hidup sehat, gaya hidup konektivitas dan gaya hidup solidaritas.

"Itu yang kita olah sedemikian rupa dalam konteks koeksistensi, antara kita sebagai masyarakat yang harus bekerja produktif tapi aman terhadap COVID-19," imbuhnya,

Selain itu, Widodo mengingatkan bahwa COVID-19 tak boleh membuyarkan mimpi Indonesia menjadi negara maju saat negeri ini berusia se-abad pada 2045, yakni masuk dalam lima besar negara dengan kekuatan ekonomi dan peradaban terbaik dunia. "Kita harus berani membangun mimpi-mimpi dalam harapan budaya itu. Berprasangka baik bahwa kita bisa menyelesaikan tantangan ini,” tukasnya Widodo.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi

Berita Terkait: