Pantau Flash
Pemerintah Optimistis Investasi Listrik Meningkat 39 Miliar Dolar
Erick Thohir Berencana Tutup 5 Anak Usaha Garuda Indonesia
BI Targetkan Pertumbuhan Kredit 2020 di Kisaran 9-11 Persen
11 Pos Lintas Batas Negara Terpadu Akan Rampung di 2020
Gilas Persija 4-1, Persebaya Juara Piala Gubernur Jatim 2020

Komplotan Penipu Bermodus Petugas PLN Dibekuk Polisi

Komplotan Penipu Bermodus Petugas PLN Dibekuk Polisi Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Heru Novianto dalam rilis pelaku pencurian berkedok pegawai PLN atau PDAM di Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (13/2/2020). (Foto: Antara/Livia Kristianti)

Pantau.com - Komplotan pencuri bermodus pura-pura jadi pegawai PLN untuk mengelabui korbannya di Kampung Bali, Tanah Abang, ringkus polisi. Saat beraksi, komplotan ini berbagi tugas hingga korbannya percaya menyangka mereka petugas PLN sesungguhnya.

"Mereka melakukan ini berkelompok, ada yang mengawasi di depan, di motor, kemudian ada yang mengalihkan perhatian," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Heru Novianto di lokasi rekonstruksi perkara, Kamis (13/2/2020).

Baca juga: Lucinta Luna Berterima Kasih kepada Polisi karena Telah Menangkapnya

"Di antara anggota komplotan itu ada yang berpura-pura ngukur PLN-nya, menarik-narik tali dan sebagainya. Sehingga konsentrasi si korban ini fokusnya ada di kelompok yang pertama," katanya.

Komplotan itu terdiri lima orang dengan inisial JF, SR, RA, dan DG. Mereka ditangkap pada Februari ini dan I orang masih buron.

Dalam penggerebekan, polisi menemukan kamera, alat pencungkil lemari dan sejumlah senjata tajam serta beberapa lembar uang dengan pecahan Rp100.000.

Heru mengatakan korban RBH (97) yang melaporkan pencurian itu mengalami kerugian Rp10 juta serta 2000 ringgit Malaysia atau setara dengan Rp6,6 juta.

Baca juga: Tendang dan Pukuli Siswi, Tiga Siswa SMP Purworejo Resmi Jadi Tersangka

Pada saat pencurian berlangsung, RBH tidak dapat membela diri atas pencurian yang dilakukan oleh para pelaku karena dirinya sudah renta akibat usia.

"Kejadian cepat sekali, tidak butuh waktu berapa lama, paling lama lima menit harus keluar karena harus segera pergi," kata Heru menjelaskan aksi kelompok pencurian berkedok pegawai pengukur meteran PLN itu.

Heru mengatakan komplotan itu sudah melakukan pencurian dengan kedok petugas PLN atau PDAM sejak 2016. "Ada beberapa titik. Di pusat ada dua titik, di daerah Kampung Bali dan Jalan Kartini," katanya.

Kemudian di Jakarta Timur ada tiga titik, di wilayah Tangerang ada tiga TKP. "Di wilayah selatan ada tiga TKP," kata Heru menjelaskan kawasan-kawasan yang menjadi wilayah operasi komplotan itu.

Atas perbuatannya, keempat orang itu terancam pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan  kurungan penjara maksimal 7 tahun.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia
Category
Nasional

Berita Terkait: