Pantau Flash
DPR Bentuk Dua Tim untuk Atasi Pandemi COVID-19 di Indonesia
19.500 Orang di Indonesia Sudah Jalani Tes COVID-19
Pemotor Wajib Gunakan Masker dan Sarung Tangan selama PSBB di Jakarta
Persib Bandung Rilis Jersey Edisi Khusus Bantu Tenaga Medis
Update Korona 10 April: 282 Sembuh, 306 Meninggal, dan 3.512 Positif

Menkes: RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran untuk Tangani Pasien Gejala Ringan

Headline
Menkes: RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran untuk Tangani Pasien Gejala Ringan Petugas mempersiapkan alat medis di RS Darurat COVID-19, Kompleks Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta, Minggu (22/3/2020). Pemerintah menyiapkan 2.500 kamar tidur di tower enam dan tujuh Wisma Atlet yang digunakan sebagai RS Darurat COVID-19 untuk penangana

Pantau.com - Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyatakan bahwa Rumah Sakit Darurat di Wisma Atlet Kemayoran akan fokus menangani pasien yang memiliki gejala ringan sehingga rumah sakit rujukan lainnya bisa fokus menangani mereka yang gejalanya berat.

"Jadi rumah sakit yang kelebihan pasien tetapi keluhan atau gejalanya ringan bisa digeserkan ke sini (RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran)," kata Terawan Agus Putranto dalam konferensi pers di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Minggu (22/3/2020).

Baca juga: Komisi IX DPR Bilang Begini Soal Wisma Atlet Kemayoran untuk Pasien Korona

Dengan memfokuskan diri kepada pasien yang kondisi gejala ringan, maka diharapkan rumah sakit rujukan lainnya bisa fokus menangani pasien-pasien yang gejalanya sedang ke berat.

Menkes juga memaparkan bahwa di rumah sakit atau Wisma Atlet Kemayoran ini bisa digunakan untuk menampung isolasi bagi ribuan kamar untuk mereka yang terpapar gejala ringan.

"Kami menyiapkan ribuan kamar untuk bisa melewati masa-masa sakit ringan mereka dengan baik," katanya.

Ia juga mengemukakan bahwa lebih baik bagi rumah sakit yang menyeleksi mana yang layak untuk diisolasi ke rumah sakit darurat tersebut.

Baca juga: HIN Ditunjuk Kelola Kamar Wisma Atlet Jadi Tempat Penanganan Pasien Korona

Hal itu, ujar dia, antara lain karena pemeriksaan terhadap pasien yang terpapar COVID-19 bukan sekadar rapid test, tetapi juga harus dilakukan hingga swab test.

"Rumah sakitlah yang harus memantaunya karena kalau tidak penularannya bisa semakin ke mana-mana," katanya.

Menkes menuturkan, dirinya telah bertemu dengan sukarelawan dan menyatakan bahwa kalangan sukarelawan tersebut tidak takut karena mengetahui bahwa kondisi saat ini adalah pandemi.

Dalam pandemi lanjutnya, maka semua orang bisa saja terpapar baik itu hanya sakit ringan, sakit sedang, atau sakit berat.

Menkes mengemukakan, pihaknya mendukung apa yang dipersiapkan oleh Gugus Tugas sehingga nantinya juga dapat terdistribusi dengan baik melalui manajemen satu pintu.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - TIH

Berita Terkait: