Pantau Flash
Pelaku Pelecehan Seksual saat Rapid Test di Bandara Soetta Jadi Tersangka
Ilham Saputra Ditunjuk sebagai Pelaksana Harian Ketua KPU
BMKG Keluarkan Peringatan Cuaca Ekstrem hingga 28 September
Positif COVID-19 Betambah 4.071, Total Menjadi 252.923 Kasus
Pendapatan Negara Turun 13,1 Persen, hingga Agustus Capai Rp1.034,1 T

Polda Metro: Putra Amien Rais Cekcok Mulut dengan Kru Garuda 3 Kali

Polda Metro: Putra Amien Rais Cekcok Mulut dengan Kru Garuda 3 Kali Ilustrasi pekerja Garuda Maintenance Facility (GMF) menggunakan APD lengkap melakukan penyemprotan disinfektan pada seluruh bagian kabin pesawat Garuda Indonesia di Bandara Soekarno Hatta. (Foto: Antara/Muhammad Iqbal)

Pantau.com - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus membenarkan adanya cek cok mulut anak Amien Rais, Mumtaz Rais di pesawat dalam penerbangan GS 643 rute Gorontalo-Makassar-Jakarta pada Rabu (12/8).

"Jadi betul ada cekcok mulut antara MR dengan kru pesawat, tiga kali cek cok," ujar Yusri di Jakarta, Jumat (14/8/2020).

Dalam situasi tersebut, diketahui bahwa Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Nawawi Pamolango saat itu duduk di sebelah Mumtaz Rais.

Baca juga: Putra Amien Rais Ribut dengan Pimpinan KPK Nawawi di Garuda Kelas Bisnis

Nawawi menegur Mumtaz yang sedang berdebat dengan kru pesawat, yang melarang dia menggunakan ponsel ketika pesawat tengah boarding dari Gorontalo, dan ketika pesawat tengah melakukan pengisian bahan bakar sewaktu transit di Makassar.

Namun yang terjadi, Nawawi terlibat adu mulut dengan Mumtaz, dan berujung pada pengaduan di Pos Pol Bandara Soekarno-Hatta. "Mereka datang ke pospol bandara. Tetapi bukan bikin laporan, cuma ngadu ada ribut disana," kata Yusri.

Yusri mengatakan saat ini pihak kepolisian melakukan jemput bola laporan kepada Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Pamolango Nawawi mengenai aduan tersebut.

Baca juga: Amien Rais: Saya Sudah Dikeluarkan dari PAN oleh Anak Buah Saya

Adapun, Direktur Utama Maskapai Garuda Indonesia Irfan Setiaputra membuka suara soal keributan yang melibatkan Mumtaz Rais dengan pejabat Wakil Ketua KPK itu. 

“Garuda Indonesia juga akan menghormati proses hukum yang berjalan termasuk secara kooperatif akan memberikan informasi lebih lanjut bilamana dibutuhkan,” katanya.

Menyikapi kejadian tersebut, Irfan memastikan akan memberikan dukungan penuh terhadap awak kabin yang mendapatkan perlakukan tidak menyenangkan khususnya ketika berupaya menerapkan aturan keselamatan penerbangan terhadap penumpang.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi

Berita Terkait: