Pantau Flash
Khofifah Minta Warga Jatim Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap OTG
CEO Leipzig Bantah Soal Transfer Timo Werner ke Chelsea
Jubir Presiden Kazakhstan Positif COVID-19
Survei: Sejak Pandemi, Aktivitas Anak Main Game Komputer Berkurang
Bayi 50 Hari Asal Cirebon Positif Korona Usai Diajak Orangtua ke Hajatan

Polisi Ciduk Empat Pelaku Pemerasan yang Sebabkan Seorang Pria Tewas

Polisi Ciduk Empat Pelaku Pemerasan yang Sebabkan Seorang Pria Tewas Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Polisi meringkus empat pelaku pemerasan terhadap pria penyuka sesama jenis di Hotel Studio One, Tanah Abang, serta menewaskan SK (47).

Empat pelaku tersebut yakni RY (36), JP (27), HK (38) dan AS (28), yang mencari korban lewat aplikasi yang sering digunakan pria penyuka sesama jenis 'Grynder'.

"Setelah bertemu korban, mereka janjian untuk berkencan di Hotel All Season dan akhirnya menginap di Hotel Studio One yang jaraknya tak jauh," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Polisi Heru Novianto di Jakarta, Jumat (31/1/2020).

Baca juga: Pasutri Lansia yang Hilang di Hutan Tabone Ternate Ditemukan Selamat

Heru mengatakan, tersangka AS menunggu di dalam kamar tersebut dan pelaku yang lain menunggu di tangga darurat.

Setelah korban masuk ke dalam kamar 708, ia bertemu dengan pelaku AS. Kemudian pelaku lain menggerebek kamar tersebut.

"Pelaku ini meminta korban membayarkan sejumlah uang dengan ancaman akan diviralkan atau dilaporkan. Mengingat ini adalah hal yang dilarang di masyarakat, korban ketakutan," jelas Heru.

Korban sempat menolak memberikan uang. Namun, para pelaku nekat merampas ponsel korban hingga dia ketakutan dan kejang-kejang akibat penyakit jantung.

Baca juga: Polisi Hadirkan Barang Bukti dalam Penyelidikan Kematian Ibu Rizky Febian

Pelaku ditangkap oleh jajaran Unit Resmob Polres Metro Jakarta Pusat pimpinan Kasubnit 1 Resmob Ipda Rezky Nur Haris pada Selasa (28/1) dan Rabu (29/1).

Sejumlah barang bukti seperti enam ponsel, sandal yang dipakai tersangka juga disita petugas.

Pelaku dijerat dengan pasal 365 KUHP, pencurian dan kekerasan. "Ancaman hukuman di atas tujuh tahun," ujar Heru.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: