Pantau Flash
PSBB Bodebek Kembali Diperpanjang hingga 2 Juli 2020
Nihil Kasus Baru di 6 Provinsi, Positif COVID-19 di Indonesia 29.521 Kasus
PSBB di Kota Bekasi Diperpanjang hingga 2 Juli 2020
PSBB Masa Transisi, Gojek: Driver Dapat Layani Penumpang 8 Juni
Rapimnas Gerindra Minta Prabowo Kembali Pimpin Partai

Ridwan Kamil Lapor ke Presiden Jokowi Soal Rencana Rapid Test di Jabar

Ridwan Kamil Lapor ke Presiden Jokowi Soal Rencana Rapid Test di Jabar Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengikuti Rapat Terbatas bersama Presiden RI Joko Widodo melalui video conference di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa (24/3/20). (Foto: Rizal/Humas Jabar)

Pantau.com - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengikuti Rapat Terbatas (Ratas) bersama Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) melalui video conference di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa (24/3/2020).

Adapun lewat ratas tersebut, Emil -- sapaan Ridwan Kamil-- juga melaporkan rencana Pemprov Jabar untuk melakukan tes masif COVID-19 mulai minggu ini.

Tes itu bertujuan mengetahui peta persebaran COVID-19 agar pihaknya bisa melakukan tindak lanjut medis dan membuat keputusan tepat dalam upaya penanggulangan dan pencegahan penyebaran penyakit tersebut. “Kita akan fokus minggu ini pada tes masif. Tidak untuk semua orang," katanya.

Baca juga: Pemprov Jabar Akan Rapid Test untuk Masyarakat 3 Kategori Ini

Emil berujar, tes masif COVID-19 ditujukan bagi tiga kategori masyarakat. Pertama, Kategori A yang dilakukan door-to-door di rumah sakit rujukan COVID-19 di daerah masing-masing bagi Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan keluarga, tetangga, dan temannya, serta petugas kesehatan di rumah sakit yang menangani COVID-19.

“Kedua (Kategori B) adalah profesi yang rentan (tertular), dites melalui konsep drive thru. Semakin banyak, semakin cepat, dan aman, tidak turun mobil, tidak bersentuhan fisik, diatur sesuai undangan, satu per satu,” ujar Emil.

Baca juga: Sejumlah Warga Antre Rapid Test Virus Korona di RSUD Pasar Minggu

Ketiga, tes dengan konsep drive thru bagi Kategori C yakni masyarakat luas yang memiliki gejala sakit yang diduga penyakit COVID-19. Dugaan tersebut harus merujuk sesuai keterangan fasilitas kesehatan, bukan self-diagnosis atau mendiagnosis diri sendiri.

“Insyaallah di akhir minggu ini peta persebaran COVID-19 di Jawa Barat bisa lebih jelas, sehingga akhir pekan kami bisa ambil keputusan apakah libur atau dirumahkan ini diperpanjang. Kalau tren (penyebaran COVID-19) ternyata turun atau ternyata hasilnya parah, kami mohon izin minta arahan apakah anak-anak yang bersekolah di rumah diperpanjang seminggu atau dua minggu lagi,” katanya.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Kontributor - TIH

Berita Terkait: