Pantau Flash
Kemenkes Catat 1,4 Juta Penduduk Indonesia Sudah Divaksin COVID-19
Bertambah 8.493, Total Kasus Positif COVID-19 di Indonesia Kini 1.314.634
Buntut Penembakan TNI Cengkareng, Propam Polri Larang Polisi ke Kafe dan Minum Miras
Sebanyak 4.269 Pasien COVID-19 Dirawat di RSD Wisma Atlet
Bripka CS Jadi Tersangka Penembakan Anggota TNI di Cengkareng

Warga NTT Diperingatkan Waspada Bencana Hidrometeorologi, BMKG: Kami Bukan Mau Menatkut-Nakuti

Headline
Warga NTT Diperingatkan Waspada Bencana Hidrometeorologi, BMKG: Kami Bukan Mau Menatkut-Nakuti Logo BMKG. (bmkg.go.id)

Pantau.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi ELl Tari Kupang mengimbau masyarakat di NTT untuk mewaspadai bencana hidrometeorologi di provinsi berbasis kepulauan itu.

"Kami bukan mau menakut-nakuti tetapi kami berharap masyarakat dapat mewaspadai hal ini, seperti gempa, angin dan hujan yang dapat berujung bencana hidrometeorologi," kata Kepala BMKG Stasiusn Meteorologi El Tari Agung Sudiono Abadi di Kupang, Sabtu (23/1/2021).

Baca juga: BMKG Prediksi Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu Diguyur Hujan Disertai Petir

Hal ini disampaikan berkaitan dengan potensi bencana hidrometeorologi yang terjadi di provinsi Nusa Tenggara Timur saat musim penghujan seperti saat ini.

Agung mengatakan bahwa saat ini hujan di NTT sedang sampai pada puncaknya, sehingga tidak heran beberapa daerah di NTT mengalami hujan ekstrem yang berujung pada banjir bandang.

Tetapi secara umum ujar dia curah hujan di NTT ini terbilang normal karena selama sepekan jumlah curah hujannya hanya berkisar dari 0-60 mili per hari.

BMKG sendiri ujar dia selalu mengeluarkan peringatan diri melalui aplikasi info cuaca. Oleh karena itu masyarakat diimbau untuk memantau cuaca dari aplikasi tersebut karena selalu ada peringatan dini jika akan terjadi bencana.

"Untuk wilayah NTT ini kita selalu keluarkan peringatan dini melalui SMS ataupun melalui Whatsapp grup. Masyarakat juga kami harapkan percayakan soal cuaca ini kepada BMKG," tambah dia.

Masyarakat juga diharapkan agar mentaati peringatan dini yang dikeluarkan oleh BMKG sehingga tidak menjadi korban dalam bencana yang bisa saja terjadi.

Lebih lanjut kata dia, untuk wilayah Kota Kupang sendiri, dalam beberapa hari kedepan mulai Sabtu (23/1/2021) sampai dengan Senin (25/1/2021) diprediksi akan ada hujan dan masyarakat di kota Kupang diimbau untuk mewaspadai itu.

Baca juga: Fenomena Alam Waterspout Terjadi di Wonogiri, BMKG Peringatkan Waspada Cuaca Ekstrem

Hal ini karena ujar dia saat ini potensi hujan lebat di Flores sudah berkurang, sehingga berpindah ke pulau Timor. Dan terkadang sebaliknya juga demikian.

Lebih lanjut ia mengimbau daerah-daerah seperti kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Kabupaten Sikka, Manggarai dan sebagian pulau Flores harus tetap waspada juga karena hujan lebat disertai petir dan angin kencang akan terus terjadi sampai dengan Februari mendatang.

"Kalau memasuki Maret masih ada hujan tetapi itu juga sisa-sisanya saja," tambahnya.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Gilang K. Candra Respaty

Berita Terkait: