Pantau Flash
Upacara Tetap Digelar di Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2020
Presiden Jokowi Kaji Prioritas Usulan 245 Proyek Strategis Nasional Baru
Usai PSBB, Terbitlah Pusat Perbelanjaan Kota Malang
Indonesia Kecam Rencana Aneksasi Israel Terhadap Palestina
Welcome New Normal: Penumpang KRL Dilarang Bicara dan Telepon

Minions Kalah Beruntun dari Endo/Watanabe, Ini Evaluasi Harry IP

Minions Kalah Beruntun dari Endo/Watanabe, Ini Evaluasi Harry IP Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon. (Foto: Dok. PBSI)

Pantau.com - Pelatih kepala ganda putra Indonesia Herry Iman Pierngadi akan memanfaatkan satu tahun penundaan Olimpiade 2020 Tokyo untuk mengevaluasi kekalahan beruntun pasangan Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon dari wakil Jepang Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe. 

Seperti diketahui Kevin/Marcus gagal meraih kemenangan dari Endo/Watanabe dalam enam pertemuan beruntun. Terakhir, pasangan yang akrab disapa Minions ini harus menyerah 18-21, 21-12, dan 19-21 pada final All England 2020, Maret lalu. 

Baca juga: Raih Runner-up All England 2020, Minions Puas

Terakhir kali Kevin/Marcus bisa meraih kemenangan atas Endo/Watanabe pada turnamen Hong Kong Open 2018. Saat itu, pasangan peringkat satu dunia ini meraih kemenangan dua set langsung dengan 21-14, dan 21-15. 

"Namanya di pertandingan, banyak faktor yang menentukan seorang pemain bisa jadi juara. Tim kami harus latihan lagi, banyak evaluasi, memang kemarin kalah tapi harus dilihat bagaimana kalahnya, proses ini yang lebih penting untuk pembelajaran," kata Herry. 

"Selain cari celah kelemahan lawan, kita juga cari cara untuk perbaiki apa yang jadi kelemahan kita. Tapi kita juga jangan terlalu fokus ke satu lawan saja, masih banyak lawan yang lain yang juga harus diwaspadai," lanjutnya. 

Baca juga:Final All England 2020: Praveen/Melati Siap Tantang Pasangan Thailand

All England 2020 menjadi turnamen terakhir yang diikuti para pebulutangkis elit dunia. Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) memutuskan menunda semua turnamen hingga akhir Mei 2020 akibat pandemi virus korona atau COVID-19. 

Selain itu Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Indonesia (PP PBSI) juga tengah mengupayakan pemunduran jadwal Indonesia Open 2020 dari Juni ke September sebagai dampak dari COVID-19. 

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Reza Saputra

Berita Terkait: