Pantau Flash
Bus PO Sudiro Tungga Jaya Terbakar di Ruas Tol Semarang-Solo
Pemkab Garut Salurkan Bantuan Uang untuk Rumah Terendam Banjir
Disiplin Prokes Masih Jadi Satu Cara Cegah Varian COVID-19
Polri Terbitkan Perpol Pengangkatan 57 Eks Pegawai KPK
Penerima Vaksin Lengkap Capai 98,046 Juta Jiwa Penduduk Indonesia

Taufik Hidayat Beberkan Kebobrokan di Kemenpora dan PBSI

Headline
Taufik Hidayat Beberkan Kebobrokan di Kemenpora dan PBSI Taufik Hidayat Beberkan Kebobrokan di Kemenpora dan PBSI. (Foto: Pantau.com)

Pantau.com - Legenda bulu tangkis Indonesia, Taufik Hidayat, membeberkan kebobrokan yang terjadi di Kemenpora baru-baru ini di acara podcast Deddy Corbuzier pada kanal YouTube.

Taufik Hidayat memang terkena persoalan kasus hukum, perihal kasus suap yang menjerat mantan Menpora Imam Nahrawi. Taufik mengakui dirinya menjadi kurir penerima uang untuk Imam.

“Saya hanya diminta tolong seperti itu di telepon, dan, ya, saya sebagai kerabat di situ, ya, saya membantu. Tapi saya tidak konfirmasi ke Pak Imam kalau uang sudah dititipkan ke Ulum,” ujar Taufik.

Baca juga: Taufik Hidayat Prihatin Prestasi Tunggal Putra Indonesia Merosot Tajam

Bahkan mantan peraih emas di Olimpiade 2004 itu mengaku tak tahu maksud dan tujuan barang (uang) yang dikirimkannya itu. Dirinya hanya sebagai mediator yang dititipi uang oleh seseorang.

“Sekarang kasarnya, ada temen gue nitip. Kasih dong ke si ini. Dia minta tolong masa iya nggak gue bantu? Tapi gue pun nggak tanya (buat apa), walaupun gue tau itu isinya duit,” tambahnya.

Deddy Corbuzier sempat menyampaikan keherannanya, lantaran Taufik tak memiliki kecurigaan saat diminta tolong menjadi kurir penerima uang tersebut. Menanggapi hal itu, Taufik pun menyesalkan karena dirinya tak berpikir panjang saat menerima permintaan tolong. “Gue karena baru (terjun di dunia politik), ada yang nitip. Oh, ya udah diambil aja. Gue akuin gue salah, cuma kan gua nggak berpikir panjang,” papar sosok berusia 38 tahun itu.

Baca juga: Taufik Hidayat Minta Pelatih Tunggal Putra Diganti, Susy Susanti Buka Suara

Dalam perbincangannya dengan Deddy, Taufik melihat banyak musuh ketika dirinya terjun ke dunia pemerintahan. Bahkan merasa, dirinya juga tak diterima di lingkungan Pengurus Besar Persatuan Bulu tangkis Seluruh Indonesia (PBSI).

“Di PBSI pun sama takut kalau gue di situ, gimanapun caranya gue dimatiin biar gak gerak. Ketika di luar dimintain pendapat, pas berada di dalam gue dimatiin,” kata dia.

Taufik merasa kehadirannya dimanapun ditempatkan kerap tidak diinginkan. Hingga pada akhirnya dirinya memilih mundur diri jabatannya sebagai Wakil Kepala Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) periode 2016-2017. “Gue sebelum Asian Games, tahu akan berantakan, gue keluar dulu. Di dalam banyak orang yang takut gue di situ makanya gimana caranya gue dimatiin,” pungkasnya.

Tim Pantau
Editor
Tatang Adhiwidharta

Berita Terkait: