Pantau Flash
Pemprov DKI Gandeng 26 Rumah Sakit Swasta Jadi Rujukan COVID-19
Wali Kota Bandung Minta Warga Waspadai Klaster Keluarga COVID-19
Kota Sukabumi Laporkan Kasus Kematian Pertama Akibat COVID-19
Kasus Baru Positif COVID-19 di Indonesia Hampir 5.000 per 25 September
Pembayaran Klaim Asuransi Terkait COVID-19 Capai Rp216 Miliar

3 Mitos Cara Turunkan Berat Badan yang Tak Perlu Diikuti

3 Mitos Cara Turunkan Berat Badan yang Tak Perlu Diikuti Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Pantau.com - Membakar lemak untuk mencapai atau mempertahankan berat badan yang sehat seharusnya tidak rumit. Sayangnya, ada banyak mitos dan saran kebugaran yang tidak sehat beredar sehingga menyebabkan rasa sakit dan frustrasi yang tidak perlu untuk mereka yang berencana untuk menurunkan berat badan.

Setidaknya ada tiga hal yang perlu Anda waspadai. Apa saja? Berikut dipaparkan dalam Men's Health:

1. Anda tidak boleh menambah otot

Menurut International Journal of Obesity, otot Anda berkontribusi 20 persen dari laju metabolisme Anda, sementara massa lemak Anda menggunakan 3 persen energi Anda. Artinya, Anda bisa tetap ramping jika melibatkan penambahan otot melalui latihan membangun kekuatan.

Laju metabolisme adalah laju keseluruhan oksidasi jaringan bahan bakar oleh semua organ tubuh.

Bahan bakar ini antara lain karbohidrat, lemak, protein, alkohol, dan komponen makanan minor yang teroksidasi dalam jaringan, oksigen yang diambil oleh paru-paru dan produk akhir yang dibakar yakni karbondioksida, air dan urea yang diekskresikan paru-paru, urin dan kulit.

Dengan kata lain, kondisi ini menentukan seberapa baik Anda membakar lemak dan menggunakan protein, yang semuanya dapat menyebabkan penurunan berat badan, retensi atau penambahan serta penambahan otot.

Beberapa latihan pembangun kekuatan untuk mendapatkan otot termasuk angkat beban, menggunakan berat badan Anda sebagai resistensi alami seperti push-up, crunches dan squat kaki.

Baca juga: Kenapa Saat Puasa Berat Badan Malah Naik?

2. Mengganti lemak jahat untuk yang baik

"Sebagian besar makanan mengandung campuran kedua jenis (lemak). Kehadiran lemak jenuh 'buruk' dalam steak iga mengandung jumlah kalori yang sama dengan salmon," kata pakar nutrisi Steve Grant seperti dilansir Medical Daily.

Menurut The Nutrition Source dari Harvard University, lemak jenuh berdampak negatif bagi kesehatan bila dikonsumsi berlebihan, meskipun tidak sebanyak lemak trans, yang banyak ditemukan dalam makanan olahan.

Makanan yang mengandung banyak lemak jenuh termasuk daging merah, mentega, keju, dan es krim. Lemak jenuh juga ada di beberapa lemak nabati seperti minyak kelapa dan minyak sawit.

Di sisi lain, lemak tak jenuh 'baik' - lemak tak jenuh tunggal dan tak jenuh ganda - menurunkan risiko penyakit. Makanan yang mengandung lemak tak jenuh tinggi termasuk kacang-kacangan, biji-bijian, minyak ikan dan sayuran seperti minyak zaitun, minyak kanola dan bunga matahari.

Baca juga: 8 Makanan yang Cocok untuk Naikkan Berat Badan

3. Karbohidrat buruk untuk Anda

Anda tak perlu mengikuti diet minimal hingga tanpa karbohidrat untuk menurunkan berat badan.

Sebaliknya, Anda hanya menambah satu gram karbohidrat per pon berat badan dalam satu jam setelah pelatihan. Ini adalah formula optimal untuk menyimpan gram tersebut sebagai otot, dan bukan sebagai lemak.

Semua karbohidrat terurai menjadi gula darah atau glukosa. Namun, karbohidrat sederhana seperti dalam pasta dan roti cenderung melepaskan glukosa lebih cepat (yang memiliki efek samping menyebabkan lonjakan kadar insulin - bukan hal yang baik jika Anda menderita diabetes). Sementara karbohidrat kompleks seperti dalam sayuran hijau, ubi jalar dan beras merah terurai perlahan.

Jika Anda ingin menurunkan banyak pon atau mempertahankan berat badan Anda, ada baiknya mengonsumsi lebih banyak sumber karbohidrat berserat tinggi.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Gilang K. Candra Respaty

Berita Terkait: