Pantau Flash
Jokowi Benarkan 4 WNI Positif Korona di Kapal Pesiar Diamond Princess
Ada Gubernur Belum Alihkan Kewenangan Izin Investasi, Bahlil Lapor Presiden
KPK Takut Tangkap DPO Eks Sekretaris MA Nurhadi?
Rapper Pop Smoke Tewas Ditembak di Rumahnya
Lewis Hamilton Tercepat Hari Pertama Uji Coba Barcelona

Kamu Harus Tahu! Ini 5 Fakta Plastik yang Mengancam Kehidupan di Bumi

Kamu Harus Tahu! Ini 5 Fakta Plastik yang Mengancam Kehidupan di Bumi Sampah plastik yang terus menerus membunuh spesies di lautan. (Foto: Getty Images)

Pantau.com - Plastik saat ini menjadi masalah yang sangat serius untuk kehidupan di Bumi. Sudah tahu bahwa sebanyak 91 persen dari plastik yang diproduksi tidak bisa di daur ulang? Hal itu berarti miliaran ton sampah plastik telah mencemari hutan dan lautan di bumi, yang secara perlahan akan membunu setiap mahkluk hidup di bumi.

Lebih mirisnya lagi, laporan terbaru mengungkapkan bahwa ilmuan telah menemukan banyak partikel plastik atau mikro plastik di Kutub Utara. Temuan ini menunjukkan mikro plastik mampu tersedot ke atmosfer dan dibawa ke sejumlah sudut paling terpencil di planet ini.

Berikut fakta menyeramkan tentang sampah plastik yang menjadi ancaman serius bumi kita.

1. Produksi Massal Plastik

Sampah plastik yang menumpuk menjadi gunung. (Foto: India Today)

Produksi massal untuk kantong plastik dimulai sejak enam dekade lalu, dengan lebih dari 8 miliar metrik ton bahan; yang sebagian besar adalah produk sekali pakai yang akhirnya menjadi sampah yang menumpuk.

Hampir 80 persen limbah plastik yang jumlahnya mencapai 6,3 mikiar metrik ton, dibiarkan membusuk di tempat pembuangan sampah yang dapat mengalir dan mencemari hutan dan laut di bumi.

Laporan National Geographic menyebutkan bahwa laju produksi plastik saat ini mencapai 12 miliar metrik ton di seluruh dunia. Hal tersebut sama dengan 35.000 kali berat dari Empire State Building. 

Baca juga: Miris Gengs... Sampah Mikroplastik Sudah Ditemukan di Kutub Utara

2. Mulai Mencemari Kutub Utara

Mikro plastik ditemukan di wilayah Kutub Utara. (Foto: Getty Images)

Siapa sangka plastik dapat mencemari bagian terpencil bumi di Kutub Utara? Laporan BBC yang dirilis pada Maret silam mengungkapkan bahwa para ilmuan Jerman telah menemukan mikroplastik yang tertanam di es di Kutub Utara dengan konsentrasi dua hingga tiga kali lebih tinggi.

Lebih dari setengah partikel mikroplastik di dalam es itu sangat kecil sehingga mudah dicerna oleh kehidupan laut," kata Ilka Peeken dari Alfred Wegener Institute, Pusat Penelitian Kutub dan Lautan Helmholtz di Bremerhaven, Jerman, yang memimpin penelitian . "Tidak ada yang bisa mengatakan dengan pasti betapa berbahayanya partikel plastik kecil ini bagi kehidupan laut, atau pada akhirnya juga bagi manusia," tambahnya.

3. Pemakaian Bahan Plastik

Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Laporan Januari 2017 oleh Greenpeace International mengatakan bahwa setiap keping plastik yang pernah dibuat masih ada di dunia dan akan terus ada setidaknya 500 tahun lagi. 

Oceanwatch Australia memperkirakan bahwa 5 triliun kantong plastik digunakan di seluruh dunia setiap tahun; ini berarti 160.000 digunakan setiap detik. 

Pembeli di AS menggunakan satu per penduduk per hari. Sebaliknya, mereka yang di Denmark menggunakan empat per penduduk per tahun. Sedangkan, Asia memproduksi hampir 50 persen plastik dunia; China menghasilkan 29 persen dari jumlah itu. 

Baca juga: Miris! Bayi Dugong Ini Akhirnya Mati Dibunuh Sampah Plastik

4. Membunuh Jutaan Spesies

Ilustrasi pencemaran sampah plastik di lautan. (Foto: Scitech Europe)

Limbah plastik terapung dapat bertahan selama ribuan tahun dan bisa menjadi alat transportasi untuk spesies invasif yang mengganggu habitat. Hampir 18 miliar pon limbah plastik mengalir ke lautan setiap tahun. Penelitian dari Sea Turtle Conservancy memperkirakan bahwa volume limbah membunuh lebih dari 100 juta makhluk laut per tahun.

 Penelitian di wilayah Svalbard di Norwegia menemukan bahwa hampir 90 persen burung fulmar (burung pelaut dari keluarga petrel) memiliki plastik di perut mereka.

Para peneliti dari Ellen MacArthur Foundation dan World Economic Forum (WEF) mengatakan lautan diisi oleh lebih dari 160 juta ton plastik; pada tahun 2050, berat plastik di lautan akan lebih besar daripada semua ikan.

Pada akhir 1990, ditemukan sampah plastik atau yang dikenal sebagai Great Pacific Garbage Patch yang mengambang di tengah Samudera Pasifik Utara. Perkiraan terbaru mengatakan sampah itu mencakup area seluas hampir 620.000 mil persegi dan berisi lebih dari 80.000 metrik ton plastik.

5. Daur Ulang yang Minim

Sampah plastik yang terus menerus membunuh spesies di lautan. (Foto: Getty Images)

Menjadi masalah serius perubahan iklim, upaya daur ulang sampah plastik rupanya masih kurang dari seperlima dari semua plastik yang didaur ulang. Negara-negara di Eropa yang memulai langkah tersebut, hanya memenuhi 30 persen dari semua plastik yang digunakan kembali. Yang lebih menyedihkan lagi, Negeri Paman Sam hanya mendaur ulang sembilan persen dari sampah plastiknya. 

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Kontributor - NPW
Category
Ragam

Berita Terkait: