Pantau Flash
Kemenkeu: Kita Sudah Resesi Sepanjang Tahun
Kemenhub: 3 Maskapai Langgar Aturan Kapasitas Pesawat
Camat di Perbatasan Negara Bakal Punya Kewenangan Multidisiplin Ilmu
Percepat Ekspor-Impor, Mendag Dorong Ekosistem Logistik Nasional
Mabes Polri Larang Seluruh Kegiatan Keramaian di Tingkat Wilayah

Kenali Penyakit Takikardia Melalui Gejala dan Cara Pencegahannya

Kenali Penyakit Takikardia Melalui Gejala dan Cara Pencegahannya Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Takikardia, seperti yang dialami selebritas Jessica Iskandar (Jedar) adalah istilah medis untuk detak jantung lebih dari 100 detak per menit. Pada kebanyakan orang, detak jantung naik salah satunya saat berolahraga atau sebagai respons terhadap stres, trauma, atau penyakit.

Tetapi pada mereka yang mengalami takikardia, jantung berdetak lebih cepat dari normal karena kondisi yang tidak terkait dengan stres fisiologis normal.

Laman Medical News Today menuliskan, takikardia umumnya disebabkan gangguan pada impuls listrik normal yang mengendalikan aksi pemompaan jantung.

Kondisi ini kemungkinan disebabkan beberapa hal seperti reaksi terhadap obat-obatan tertentu, kelainan bawaan jantung, terlalu banyak mengonsumsi minuman beralkohol, ketidakseimbangan elektrolit, hipertensi dan kelenjar tiroid yang terlalu aktif atau hipertiroid seperti yang dialami Jessica.

Baca juga: Cara Praktis Atasi Gangguan Lambung

Jessica melalui laman media sosialnya mengungkapkan mengalami hipertiroid akibat terlalu banyak yodium di dalam tiroid.

Dokter spesialis penyakit dalam, M. Ikhsan Mokoagow pernah menuturkan, tiroid yang mengalami gangguan bisa memunculkan kelainan bentuk, fungsi dan bahkan keduanya.

"Untuk kelainan bentuk, kelihatan. Periksa benjolan (di bawah bagian depan sebelah bawah) bergerak naik dan turun tidak saat menelan. Kalau iya, kemungkinan besar gangguan tiroid," tutur dia.

Pada mereka yang terkena hipertiroid, denyut jantung akan menjadi cepat atau aktivitas ususnya meningkat sehingga dia akan buang air besar lebih sering atau bahkan mengalami diare.

Penderita hipertiroid juga umumnya mengalami gejala sesak napas ketika beraktivitas, kelelahan, lebih tahan suhu dingin atau tidak tahan suhu panas dan berkeringat berlebihan.

Gejala lainnya, keringat berlebihan, nafsu makan meningkat namun mengalami penurunan berat badan karena pembakaran lebih banyak.

Laman Mayo Clinic menyebutkan, seseorang yang terkena takikardia selain karena hipertiroid umumnya mengalami sakit kepala ringan, detak jantung cepat atau tidak teratur, nyeri dada hingga pingsan.

Kondisi ini terjadi ketika jantung berdetak terlalu kencang, sehingga tidak memompa cukup darah ke seluruh tubuh, lalu membuat organ dan jaringan oksigen kelaparan.

Lalu bagaimana pencegahan dan pengobatannya?

Beberapa orang dengan takikardia tidak memiliki gejala, dan kondisi ini hanya ditemukan selama pemeriksaan fisik atau dengan tes pemantauan jantung yang disebut elektrokardiogram.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, Vito A. Damay pernah menyarankan orang-orang sebaiknya memeriksakan kondisi jantungnya, salah satunya untuk mendeteksi dini ada tidaknya kelainan pada jantung.

"Jika di usia 20 tahun tak ada masalah di jantung maka Anda disarankan kembali memeriksakan jantung lima tahun kemudian. Kalau usia 3o tahunan atau di atas 40 tahun sebaiknya setahun sekali," kata dia beberapa waktu lalu.

Sebelum terjadi, alangkah baiknya Anda mencegah terkena takikardia dan cara yang paling efektif menjaga kesehatan jantung dan mengurangi risiko terkena penyakit jantung.

Langkah-langkah yang bisa Anda lakukan antara lain:

1. Olahraga dan konsumsi makanan yang sehat. Jalani gaya hidup sehat jantung dengan berolahraga secara teratur dan makan makanan sehat rendah lemak yang kaya akan buah, sayuran, dan biji-bijian.

2. Pertahankan berat badan yang sehat. Kelebihan berat badan meningkatkan risiko terkena penyakit jantung.

3. Jaga agar tekanan darah dan kadar kolesterol tetap terkendali. Buat perubahan gaya hidup dan minum obat sesuai resep untuk memperbaiki tekanan darah tinggi (hipertensi) atau kolesterol tinggi.

4. Berhenti merokok. Jika Anda merokok dan tidak bisa berhenti sendiri, bicarakan dengan dokter Anda tentang strategi atau program untuk membantu Anda menghentikan kebiasaan merokok.

5. Gunakan obat-obatan yang dijual bebas dengan hati-hati. Beberapa obat pilek dan batuk mengandung stimulan yang dapat memicu detak jantung yang cepat. Tanyakan kepada dokter Anda obat apa yang perlu Anda hindari.

6. Batasi kafein. Jika Anda menyukai minuman berkafein, minumlah dalam jumlah sedang (tidak lebih dari satu atau dua porsi minuman setiap hari).

7. Kendalikan stres. Hindari stres yang tidak perlu dan pelajari teknik untuk menangani stres dengan cara yang sehat.

8. Periksakan kondisi jantung dan laporkan tanda atau gejala apa pun ke dokter Anda.

Baca juga: Begini Cara Terbaik Meningkatkan Imunitas Anak

Untuk pengobatan, pilihannya bervariasi tergantung pada penyebab kondisi, usia dan kesehatan umum orang dengan takikardia, dan faktor lainnya. Untuk kasus Jedar, dia memilih prosedur bedah pengangkatan tiroid.

Tujuan pengobatan untuk mengatasi penyebab takikardia. Ketika berlaku secara klinis, dokter bisa mencoba mencegah episode takikardia berikutnya dan mengurangi komplikasi risiko.

Dalam beberapa kasus, yang diperlukan mengobati penyebabnya. Untuk kasus tidak ada penyebab mendasar, dokter mungkin harus mencoba berbagai terapi.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Gilang K. Candra Respaty

Berita Terkait: