Pantau Flash
Jokowi Terbitkan Inpres 6/2020 Tentang Penegakan Hukum Protokol Kesehatan
WHO: Wuhan Diduga Bukan Tempat Awal Penularan COVID-19
Peneliti IPB: 80 Persen Tanaman Obat Dunia Ada di Indonesia
Ambyar! Konsumsi Rumah Tangga Anjlok, Terburuk Sejak 1999
Menhub: Ojek-Taksi Daring Lebih Unggul dari Angkutan Pengumpan

Mengenal Apa Itu Fetish yang Mendadak Viral Akibat Ulah Predator 'G'

Mengenal Apa Itu Fetish yang Mendadak Viral Akibat Ulah Predator 'G' Ilustrasi. (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Timeline Twitter siang ini heboh membahas kelainan seksual fetish. Ini menjadi perbincangan usai sebuah utas milik @m_fikris yang mengungkap pelecehan seksual yang dilakukan oleh pria bernama Gilang, yang disebut memiliki fetish terhadap orang yang dibungkus kain jarik.

Berbicara mengenai fetish kain jarik, apa sebenarnya yang dimaksud dengan fetish itu sendiri? Menurut WebMD, fetish merupakan dorongan seksual yang berhubungan dengan benda mati.

"Seseorang dengan fetish menjadi terangsang secara seksual dengan memakai atau menyentuh objek. Misalnya, objek yang berupa pakaian dalam atau bahkan high heels," demikian dikutip Kamis (30/7/2020).

Fetish juga disebut dapat menggantikan aktivitas seksual dengan pasangan, atau dapat dilakukan menjadi aktivitas seksual dengan pasangan jika berkenan. 

Baca juga: Viral Fetish Kain Jarik Berkedok Riset, Korban Dibuat seperti Pocong

Meski fetish nampak umum dan lumrah, ternyata fetish merupakan salah satu bentuk penyimpangan seksual. Gangguan seksual lain terkait fetish yang disebut parsialisme, yaitu fetish yang melibatkan gairah seksual oleh bagian tubuh, seperti kaki, payudara, atau bokong.

Fetish dianggap bermasalah ketika mengganggu fungsi seksual atau sosial seseorang, dan ketika dia bergairah secara seksual harus dengan objek fetish-nya. 

Menurut pedoman DSM-5 yang dikutip dari Psychology Today, kelainan fetish ditandai sebagai suatu kondisi di mana adanya ketergantungan secara terus-menerus pada objek yang tidak hidup (seperti pakaian dalam) atau fokus yang sangat spesifik pada bagian tubuh (kebanyakan sering nongenital, seperti kaki) untuk mencapai gairah seksual.

Karena fetish dialami banyak individu, diagnosis kelainan fetish atau fetishistic disorder hanya diberikan jika ada stres atau tekanan yang menyertainya atau gangguan dalam bidang sosial, pekerjaan, atau bidang fungsi penting lainnya sebagai akibat dari fetish. 

Benda fetish yang umum digunakan seperti pakaian dalam, alas kaki, sarung tangan, bahkan pakaian kulit. Bagian tubuh yang berhubungan dengan fetisisme termasuk kaki, jari kaki, dan rambut.

Baca juga: Jatuh dari Gedung Perpustakaan Kampus Unand, Fadli Meregang Nyawa

Fetish juga bisa melibatkan benda mati dan hidup, misalnya kaus kaki. Untuk beberapa orang, hanya dengan gambar benda fetish dapat menyebabkan gairah.

Orang dengan fetish biasanya memegang, menggosok, mengecap, atau mencium benda fetish untuk kepuasan seksual atau meminta pasangannya untuk mengenakan objek tersebut selama aktivitas seksual.

Gangguan fetish dikatakan jauh lebih umum terjadi pada pria daripada wanita. Pada kenyataannya, DSM-5 menunjukkan, gangguan ini muncul hampir secara khusus pada pria.

Fetishisme termasuk dalam kategori umum gangguan paraphilic, yang mengacu pada ketertarikan seksual yang intens pada benda atau orang di luar stimulasi genital dengan pasangannya.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi

Berita Terkait: