Pantau Flash
Polisi Periksa 6 Orang Terkait Tewasnya Siswa-siswi di Sungai Sempor
Korsel Konfirmasi 146 Kasus Baru Virus Korona
Messi: Neymar adalah Pemain Hebat, dan Saya Ingin Dia Kembali ke Barcelona
Partai Demokrat Diyakini Akan Kontraproduktif Jika Rekrut Nama Purnawirawan
Korban Tewas Hanyut di Sungai Sempor Menjadi 8 Orang, 2 Masih Hilang

Terpaksa Harus Pakai Gigi Palsu? Ketahui Cara Perawatannya

Terpaksa Harus Pakai Gigi Palsu? Ketahui Cara Perawatannya Ilustrasi gigi palsu. (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Memiliki gigi palsu memang tidak sembarangan, perawatannya tidak seperti gigi asli pada umumnya, khususnya pada gigi yang secara keseluruhan digunakan para lansia.

Baca juga: Beda Dari Hari Biasa, 5 Cara Terhindar Bau Mulut Saat Puasa

Dokter Gigi atau Prosthodontist Drg.Sandy Aditya dalam acara '3M Dental Expo' di Shangri-La Hotel Sudirman, Jakarta Selatan, Sabtu (27/4/2019), mengatakan lima hal yang harus diperhatikan saat mengenakan gigi palsu baik yang permanen ataupun lepas pasang.

1. Rutin ikuti jadwal check-up

Penting untuk dilakukan untuk melihat ketepatan pemasangan, nyaman, dan menghindari ada rasa sakit memicu masalah lainnya. Setidaknya setelah dipasang kontrol dilakukan dengan jeda 1 hari, 3 hari, 7 hari, dan satu minggu setelahnya, kemudian selama satu tahun sekali.

"Kalau misalnya masih sakit kontrol aja, nanti tunjukin dan kurangi. Intinya sebisa mungkin gigi palsu itu nyaman dipakai," ujar Drg.Sandy.

2. Sadar diri untuk makanan

Sadar diri perlu dilakukan mengingat gigi palsu kekuatannya tidak bisa disamakan dengan gigi asli, karenanya disarankan untuk tidak memelihara kebiasaan lama yaitu memakan makanan keras, karena gigi palsu akan cepat rusak.

"Kalau misalnya makannya lunak-lunak, 1 sampai 2 tahun (gigi palsu) bisa bertahan, tapi kalau misalnya makannya, tulang, es batu digigitin, jadi bisa 2 bulan pecah bisa," jelasnya.

3. Air rendaman

Ini berlaku untuk gigi yang seluruhnya palsu seperti para kebanyakan lansia yang sudah tidak memiliki gigi, disarankan Drg.Sandy menggunakan air mineral. Namun ia tidak menampik ada beberapa pabrik yang menyediakan air peredaman gigi.

"Dia ada obat khususnya hidrogen tapi biasanya konsentrasinya enggak tinggi. Jeleknya kalau gigi tiruan, belum tentu biasanya dia rapuh, tapi pastikan betul kalau mau pakai obat untuk rendam gigi tiruan baca intruksinya, tiap pabrik beda-beda," ungkapnya.

4. Cara mengosok gigi

Menurut Drg.Sandy baik gigi palsu ataupun asli dalam menyikat gigi tidak ada pola yang berbeda, hanya banyak ditemukan kesalahan para lansia belum paham gerakan menyikat gigi yang benar, bukan digosok maju mundur dengan keras tapi ke atas bawah, dari gusi ke gigi.

"Paling yang selalu saya tekankan adalah cara menyikatnya, pasien terutama lansia, maju mundur-maju mundur, semkain kenceng semakin oke nih," imbuhnya.

Baca juga: Ingat, Pasta Gigi Bukan Pertolongan Pertama pada Luka Bakar

5. Cari sikat gigi yang tepat

Sudah jadi watak orang Indonesia jika sesuatu yang kesat dan keras akan semakin baik membersihkan gigi, padahal anggapan itu jelas salah besar karena dapat melukai gusi sehingga berdarah.

"(Mereka biasanya) pilih bulu sikat yang paling hard, kalau bisa dua menit, maka ada penelitiannya kalau menyikat gigi itu tidak bisa terus mundur maju, itu salah. Pilih bulu sikat yang soft atau medium," tutupnya.

Tim Pantau
Editor
Gilang K. Candra Respaty
Reporter
Dini Afrianti Efendi
Category
Ragam

Berita Terkait: