Pantau Flash
Indonesia Pimpin Klasemen ASEAN School Games 2019
Marc Klok: Saya Jamin PSM Juara Piala Indonesia 2018-2019
Harga Cabai Merah Keriting Tembus Rp100.000 per Kilogram
Satu Anggota YONIF 755 Tertembak dalam Kontak Senjata di Nduga
Kevin/Marcus Tantang Hendra/Ahsan di Final Indonesia Open 2019

5 Bahaya Bagi Anak yang Kurang Minum Susu

5 Bahaya Bagi Anak yang Kurang Minum Susu Ilustrasi anak minum susu (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Susu dianggap sebagai sumber gizi terbaik untuk pertumbuhan anak. Kandungan protein dan kalsium di dalamnya dianggap ampuh memanjangkan tulang manusia.

Jadi, buat para ayah dan ibu sangat penting memperhatikan pentingnya susu. Kalau tidak, ada beberapa ancaman jika anak kekurangan asupan susu di masa pertumbuhannya.

1. Tulang lama bertumbuh

Kandungan kalsium memaksimalkan pertumbuhan tulang yang sangat membantu dalam tumbuh kembang anak. Termasuk kandungan protein yang bermanfaat memaksimalkan perkembangan kinerja otak.

2. Gigi tidak tumbuh maksimal

Menurut Peneliti Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) Amaliya yang juga seorang dokter gigi, kalsium membantu kualitas gigi kuat pada anak.

3. Wajah tidak proporsional

Kalau gigi tidak tumbuh maksimal, atau pada anak sering disebut dengan istilah 'gigi greges', dipastikan akan mempengaruhi proporsi muka atau pembentukan muka jadi tidak proporsional.

4. Pencernaan buruk

Gigi adalah organ pertama di tubuh dalam mencerna makanan. Masih kata Amaliya, jika alat pencernaan tidak sempurna, maka dipastikan kinerjanya juga tidak akan sempurna dalam mengolah makanan. Maka, jangan aneh jika anak sering kali mengalami pencernaan yang buruk.

Baca juga: Selain Susu, Jenis Makanan Ini Sangat Cocok untuk Cukupi Kalsium Tubuh

"Ketika gigi tidak baik, maka makanan apapun akan kurang baik," ujar Amaliya dalam acara diskusi kesehatan gizi di Hotel Four Point' By Sheraton, MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (7/11/2018).

5. Obesitas

Baca juga: Kenapa Susu Pasteurisasi Harus Segera Diminum Saat Kemasan Sudah Terbuka

Banyak anggapan susu menyebabkan obesitas, ternyata malah sebaliknya. Ini karena anak jarang bermain di luar dan kekurangan vitamin D dan kalsium dari matahari. Maka biasanya anak ini lebih malas beraktivitas dan hanya berkutat di dalam rumah, jadi obesitas akan menyerang.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Gilang K. Candra Respaty
Penulis
Rifeni
Reporter
Dini Afrianti Efendi
Category
Ragam

Berita Terkait: