Pantau Flash
Menko Mahfud Sebut Tak Perlu Pengamanan Khusus saat Reuni 212
Indonesia Expo Pertama di Qatar Raup Transaksi 20 Juta Dolar
Dana SEA Games 2019 Cair Pekan Depan
Anggaran Pembangunan Perkeretaapian di Ibu Kota Baru Mencapai Rp209,6 T
PB Djarum Fokus Cetak Tunggal Putra

5 Negara Ini Terapkan Hukuman Mati bagi Para Koruptor, Indonesia Berani?

5 Negara Ini Terapkan Hukuman Mati bagi Para Koruptor, Indonesia Berani? Ilustrasi hukuman mati (Pantau.com/Amin H. Al Bakki)

Pantau.com - Korupsi sudah merupakan extraordinary crime yang harus diperangi. Tak heran, jika suatu negara banyak pelaku korupsi, maka negara itu akan jatuh miskin.

Karena itu, korupsi dianggap sebagai parasit yang harus segera dibasmi. Berbicara soal hukum bagi para koruptor di Indonesia, masih terbilang cukup lemah apalagi baru-baru ini ramai masalah revisi UU KPK.

Namun, tahukah sobat Pantau, jika di beberapa negara lain ada yang menerapkan hukuman mati bagi para koruptor. Mereka tak segan-segan mempertontonkan proses eksekusinya di depan publik.  Hal ini dilakukan agar para koruptor merasa jera dan tidak berani melakukan tindakan haram tersebut.

Berikut adalah 5 negara yang menerapkan hukuman mati kepada koruptor seperti dilansir dari berbagai sumber.

1. Taiwan

Taiwan. (Foto: BBC)

Di Taiwan, eksekusi mati diberikan kepada pelaku korupsi, pembunuhan dan penyelundupan obat terlarang. Sebelum tahun 2000 tercatat tingkat hukuman mati yang dilakukan negara ini sangat tinggi. Namun, angkanya menurun setelah ada beberapa protes.

Dalam hukun Taiwan, pelaku koruptor yang akan dieksekusi mati hanya untuk orang yang mengambil uang dari bencana alam atau dana untuk mengatasi krisis ekonomi.

Baca juga: 5 Kasus Pembunuhan Misterius di Indonesia yang Belum Terungkap

2. China

China. (Foto: WatchMarket)

China bisa dibilang sebagai negara yang paling banyak melakukan hukuman mati bagi para pejabat yang melakukan praktik korupsi. Lantas bagi siapa yang korupsi lebih dari Rp193 juta, bisa terpidana hukuman mati.

Contohnya Menteri Perkeretaapian China, Liu Zhijun, yang divonis hukuman mati karena melakukan korupsi sebesar USD 13 juta dari kurun waktu 1986-2011. Bahkan masih banyak koruptor lainnya yang sudah dihukum mati.

3. Korea Utara

Presiden Korea Utara. (Foto: Aljazeera)

Selaku pemimpin bertangan besi, Kim Jong-Un, ternyata memiliki cara yang mengerikan dalam hal mengeksekusi para koruptor. Terbukti, Kim mengeksekusi pamannya, Jang Song Thaek dengan cara yang keji.

Setelah divonis hukuman mati, Song dijebloskan ke dalam kandang anjing. Di dalam kandang itu, sudah ada 120 ekor anjing herder yang sengaja tidak diberi makan selama lima hari. Ketika anjing itu mengoyak tubuh sang paman, para pejabat lainnya dipaksa untuk terus menyaksikan drama pembunuhan sadis itu.

Song Thaek dieksekusi mati dengan tuduhan berlapis, seperti korupsi, bermain perempuan dan berniat menggulingkan kekuasaan lewat kepemimpinan di Partai Komunis Korea Utara.

Baca juga: Sebelum Ada KPK, Ini 4 Kasus Besar Korupsi di Indonesia

4. Vietnam

Ho Chi Minh City. (Foto: Mirror)

Negara beraliran komunis, Vietnam termasuk sebagai salah satu negara yang menghukum mati para koruptor. Biasanya hukuman mati diberikan kepada pejabat negara yang terbukti melakukan tindakan korupsi.

Pada tahun 2013 lalu, seorang pejabat pemerintah, Quang Khai divonis mati atas korupsi yang dilakukannya. Menurut hukum Vietnam, orang yang korupsi lebih dari Rp 283 juta terancan hukuman mati.
5. Singapura

Singapura. (Foto: Istimewa)

Meski terbilang negara yang kecil, Singapura termasuk negara maju dengan masyarakat yang sejahtera. Negeri Singa ini termasuk negara dengan tingkat korupsi paling rendah. Tak lain karena hukuman terhadap koruptor adalah kematian.

Pada kurun waktu 1994-1999 hukuman mati sudah dilakukan kepada lebih dari 1.000 orang. Tak hanya korupsi yang dihukum mati, para pembunuh, penyelundupan obat terlarang, dan kejahatan tingkat atas lainnya juga bisa terancan hukuman mati.

Tim Pantau
Sumber Berita
Dari berbagai sumber
Editor
Widji Ananta
Penulis
Kontributor - RZS
Category
Internasional

Berita Terkait: