Pantau Flash
Perkembangan Fintech Buat Bank-bank di China Pangkas Karyawan
Pengamat: Jika Tolak Pimpinan Baru, Pegawai KPK Sama Saja Berpolitik
Amerika Serikat Janji Tak Naikkan Tarif Mobil Jepang
Indonesia Hancurkan Filipina 4-0 di Kualifikasi Piala Asia U-16
Utang Luar Negeri Indonesia di Akhir Juli Naik 10,3 Persen

AS-Iran Makin Panas, Trump: Teheran Adalah Provokator Teror Nomor Satu

AS-Iran Makin Panas, Trump: Teheran Adalah Provokator Teror Nomor Satu Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Foto: Reuters/Carlos Barria)

Pantau.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan Iran akan bertemu dengan 'kekuatan besar' jika mencoba suatu tindakan yang menentang kepentingan AS di Timur Tengah, dengan menambahkan bahwa Teheran telah menjadi musuh Washington.

"Kita lihat apa yang akan terjadi. Mereka sudah sangat menjadi musuh kami. Mereka adalah provokator teror nomor satu," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih, Senin, 20 Mei 2019.

Trump menyebutkan bahwa dirinya bersedia melakukan dialog dengan Iran, jika Teheran telah siap. Namun, hingga saat ini ketegangan antara dua negara yang semakin meningkat belum ada diskusi yang digelar.

Baca juga: Trump Nyatakan Amerika Serikat Tidak Ingin Perang dengan Iran

Melansir Reuters, Rabu (22/5/2019), pernyataan Trump datang setelah pemerintah Iran menyampaikan pesan untuk AS, pada Senin, bahwa Washington harus memperlakukan Teheran dengan hormat, bukan dengan ancaman perang.

"Saya pikir Iran akan membuat kesalahan yang sangat besar jika mereka melakukan sesuatu. Jika mereka mengambil langkah, hal itu akan bertemu dengan kekuatan besar, tetapi kita tidak melihat adanya indikasi bahwa mereka akan melakukan langkah selanjutnya," jelas Trump.

"Kita tidak punya pilihan," tambahnya.

Baca juga: Trump: Iran akan Berakhir Jika Ingin Berperang dengan AS!

Trump memperingatkan para pemimpin Iran untuk tidak mengajukan dialog jika pihaknya belum siap untuk bernegoisasi.

Ketegangan Amerika Serikat dan Iran pecah sejak Washington memutuskan keluar dari kesepakatan nuklir 2015 dengan Iran, dan memberlakukan sejumlah sanksi untuk Teheran.

Sejak saat itu, Teheran telah mengumumkan peningkatan hingga emapt kali lipat untuk laju produksi dari pengayaan uranium kelas rendah.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi
Category
Internasional

Berita Terkait: