Pantau Flash
Kemendikbud Sebut UN Akan Diganti Sistem Penalaran
88 Proyek Strategis Nasional Bernilai Rp421,1 Triliun Selesai Akhir 2019
Herry IP: Wahyu/Ade Tidak Jauh Berbeda dengan Marcus/Kevin dan Ahsan/Hendra
Dipermak Vietnam 0-3, Timnas U-22 Indonesia Gagal Raih Emas
Vokalis Roxette Meninggal Dunia Usai 17 Tahun Melawan Tumor

Bagaimana Nasib Pos Keamanan Turki yang Diserang Pejuang Suriah

Bagaimana Nasib Pos Keamanan Turki yang Diserang Pejuang Suriah Pejuang pemberontak di Idlib bersiap menghadapi serangan tentara pemerintah Suriah. (Foto: Getty Images/BBC via Antara)

Pantau.com - Satu pos pengamatan milik Turki di kawasan Idlib, Suriah, diserang dengan menggunakan mortir dan gempuran dilancarkan dari kawasan yang dikuasai pasukan Pemerintah Suriah.

Beruntung tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, seperti yang disampaikan oleh Kementerian Pertahanan Turki.

Kemenhan itu menyatakan pasukannya segera membalas dengan senjata berat dan melaporkan ke Moskow mengenai insiden tersebut. Tidak disebutkan secara khusus kapan serangan itu terjadi, tetapi dikatakan serangan tersebut dilancarkan dari kawasan Tall Bazan.

Baca juga: Presiden Prancis Desak Turki Batalkan Rencana Pengeboran Gas di Siprus

Rusia, yang mendukung Presiden Suriah Bashar al-Assad dalam perang saudara di negaranya, dan Turki, sebagai penyokong para pemberontak, bersama-sama mensponsori sebuah perjanjian untuk menurunkan eskalasi bagi kawasan itu yang sudah berlaku sejak tahun lalu.

Tetapi perjanjian itu telah goyah dalam beberapa bulan belakangan, memaksa ratusan ribu warga sipil menyelamatkan diri ke kawasan-kawasan yang aman.

Pada Kamis Rusia dan Suriah memberikan laporan-laporan yang bertentangan mengenai satu serangan sebelumnya terhadap sebuah pos Turki.

Baca juga: Resmi Beli Sistem Pertahanan Udara Rusia, S-400 Tiba di Turki Juli

Turki menyalahkan pasukan pemerintah Suriah atas serangan sebelumnya tetapi Moskow menyatakan serangan tersebut dilancarkan oleh pemberontak yang merupakan musuh-musuh Bashar.

Rusia mengatakan pada Rabu bahwa gencatan senjata penuh telah diberlakukan di kawasan itu, tetapi Turki membantah hal ini.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta
Category
Internasional

Berita Terkait: