Pantau Flash
Bamsoet: Ada Tiga Partai Belum Setuju Amandemen UUD Hanya untuk GBHN
Mentan SYL Bakal Isolasi Daerah yang Terjangkit Virus Hog Cholera
Ada Transaksi Bisnis 22,63 Triliun dalam Ajang ISEF 2019
Setelah Ahok, Kini Giliran Mantan Komisioner KPK Temui Erick Thohir
Indra Sjafri Coret Empat Pemain Timnas U-22

Benarkah Terlalu Bahagia Bikin Seseorang Cepat Mati?

Benarkah Terlalu Bahagia Bikin Seseorang Cepat Mati? Ilustrasi. (Foto: healthyplace)

Pantau.com - Berdasarkan hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Perspective di Psychological Science mengungkap fakta bahwa orang yang terlalu bahagia memiliki kemungkinan mati lebih muda daripada mereka yang lebih pesimistis.

Diyakini, itu semua karena orang yang ceria cenderung hidup lebih riang dan penuh bahaya ditambah dengan pilihan gaya hidup yang tidak sehat.

Mereka juga lebih cenderung menderita gangguan mental seperti depresi bipolar yang melihat perubahan suasana hati dari sangat bahagia ke rasa sedih yang signifikan.

Menjadi terlalu ceria terutama pada waktu dan tempat yang tidak tepat juga bisa membuat orang lain tersinggung sehingga meningkatkan risiko seseorang datang untuk menyakiti.

Baca Juga: Segudang Manfaat Susu Keledai, Penambah Energi hingga Turunkan Berat Badan

Studi ini dilakukan dari berbagai universitas dengan menganalisis rincian anak-anak dari tahun 1920-an hingga usia tua.

Mereka menemukan fakta jika orang yang pada saat di sekolah dinilai "sangat ceria" memiliki kemungkinan mati dalam usia yang lebih muda daripada kebanyakan teman sekelas mereka yang pendiam.

Para peneliti juga menemukan bahwa berusaha terlalu keras untuk menjadi bahagia sering berakhir dengan perasaan lebih depresi daripada sebelumnya.

Bagaimanapun juga, hasil penelitian mengungkapkan bahwa kunci kebahagiaan sejati lebih sederhana yaitu hubungan penuh arti bersama anggota keluarga dan juga teman dekat.

Profesor June Gruber, penulis dari bagian psikologi di Universitas Yale, mengatakan orang yang secara aktif berusaha menjadi bahagia "Saat kamu melakukannya dengan motivasi atau harapan bahwa hal-hal ini seharusnya membuat kamu bahagia, itu bisa membuat kekecewaan dan menurunkan kebahagiaan.

Baca Juga: Ini Penyebab Mulut Kering dan Cara Mengatasinya

Lebih lanjut ia juga mengatakan, "Hal terkuat dari sebuah kebahagiaan bukan terletak pada seberapa banyak uang, atau pengakuan dari luar melalui kesuksesan atau kepopuleran".

"Namun cara terbaik untuk menambah kebahagiaan adalah dengan berhenti khawatir mengenai menjadi bahagia dan bukannya mengalihkan energi kamu untuk memelihara ikatan sosial yang kamu miliki bersama orang lain".

"Bila ada satu hal yang akan kamu fokuskan, biarkan semua datang seperti apa yang dikehendaki." terangnya.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Kontributor - ANU
Category
Ragam