Forgot Password Register

Benarkah Terlalu Banyak Konsumsi Obat Kimia Bisa Merusak Ginjal?

Benarkah Terlalu Banyak Konsumsi Obat Kimia Bisa Merusak Ginjal? Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Sudah jadi rahasia umum di masyarakat terbentuk persepsi meminum obat-obatan kimia bisa berefek pada kerusakan ginjal. Anggapan itu ternyata salah kaprah.

Baca juga: Ibu Hamil Lebih Rentan Terkena Penyakit Ginjal

Seperti dijelaskan Ketua Umum Persatuan PB Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PB PERNEFRI) Dr.Aida Lydia, PhD., Sp.PD-KGH bahwa yang merusak ginjal bukanlah obat-obatan kimia, tapi hipertensi dan obesitas.

"Jadi gini persepsi umum banyak menemukan, jadi tuh masyarakat kota berpendapat kalau dia darah tinggi enggak usah minum obat kimia, kalau minum obat kimia takut ginjalnya rusak. Jadi sebenernya yang buat ginjalnya rusak darah tinggi itu sendiri, hipertensinya itu sendiri," ujar Dr. Aida dalam acara Peringatan Hari Ginjal Sedunia 2019 di Hotel JS Luwansa, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (13/3/2019).

Alih-alih mengkhawatirkan obat kimia yang terbilang aman, menurut wanita berkacamata itu alangkah baiknya masyarakat mendengar arahan dokter sebelum mengkonsumsi obat-obatan kimia, khususnya obat yang tidak diperjualbelikan bebas dan harus dengan resep dokter.

"Kalau dokter sudah memberikan obat karena sudah dipertimbangkan bahwa obat itu aman untuk ginjalnya dan yang paling penting menurunkan tekanan darah itu agar terkontrol, menurunkan gula darahnya jauh lebih terkontrol itu jauh lebih penting," jelasnya.

Meski begitu Aida juga tak menampik pada dasarnya ada beberapa obat-obat kimia yang efeknya tidak baik untuk ginjal, salah satunya obat pereda nyeri. Tapi, lagi-lagi jika dokter merekomendasikan untuk diberikan saat pasien merasakan nyeri teramat sangat, maka harus tetap diberikan, begitupun dengan antibiotik yang kini masih bebas diperjual-belikan.

Baca juga: Sulit Dideteksi, Penting untuk Tahu Faktor Penyebab Penyakit Ginjal

"Misalnya obat yang pentiler tertentu atau anti nyeri tertentu itu bisa. Tapi kan kalau orangnya nyeri harus diobati," tuturnya.

"Antibiotik tidak boleh dijual bebas jadi itu berarti diluar regulasi, obat yang dijual bebas itu adalah yang diizinkan oleh BPOM, dimana tidak membahayakan masyarakat," tutupnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More