Forgot Password Register

Headlines

Berapa Jumlah Uang Suap Meikarta yang Dikembalikan Bupati Bekasi ke KPK?

Berapa Jumlah Uang Suap Meikarta yang Dikembalikan Bupati Bekasi ke KPK? Tersangka Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin (kedua kiri) (Foto: Antara/Sigid Kurniawan)

Pantau.com - Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin kembalikan uang terkait suap proyek Meikarta kepada KPK. Total uang yang dikembalikan oleh Neneng sebanyak Rp 3 miliar.

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan total uang tersebut merupakan sebagian dari jumlah suap yang diakui Neneng telah diterimanya.

"Yang bersangkutan telah mengembalikan uang pada KPK sekitar Rp3 Milyar. Jumlah itu merupakan sebagian dari yang diakui pernah diterima terkait perizinan proyek Meikarta. Secara bertahap akan dilakukan pengembalian berikutnya," ujar Febri kepada wartawan, Rabu (7/11/2018).

Baca juga: Kasus Suap Meikarta: KPK Sita Uang Ratusan Juta dari Rumah Bupati Neneng

Sebelumnya Kabid Penataan Ruang Dinas PUPR Kab Bekasi Neneng Rahmi telah lebih dulu mengembalikan uang ke KPK satu hari setelah operasi tangkap tangan dilakukan yakni pada 15 Oktober 2018. Total uang yang dikembalikan Neneng Rahmi sebanyak SGD 90 ribu. Uang itu merupakan pemberian dari konsultan Lippo Group Taryudi saat OTT terjadi, 14 Oktober 2018.

Itikad pengembalian uang itu dipandang sebagai sikap koperatif dari para tersangka. Lebih lanjut Febri mengingatkan agar tersangka lain juga bisa bersikap kooperatif untuk mempermudah proses penyidikan.

"Kami juga mengingatkan pihak-pihak dari Lippo ataupun Pemkab agar bersikap koperatif dalam proses pemeriksaan yang masih berlangsung ini dan tidak menyembunyikan informasi yang sebenarnya. Sikap koperatif tersebut akan lebih membantu dan meringankan baik bagi perorangan ataupun korporasi," jelasnya.

Baca juga: Jadi Tersangka Kasus Suap, Ini Jumlah Harta Kekayaan Bupati Bekasi

Sementara itu terkait pemeriksaan saksi hingga saat ini, Febri menyebutkan sedikitnya telah ada lebih dari 40 saksi dan tersangka yang telah dimintai keterangan oleh KPK.

"Sejumlah keterangan terus menguat bahwa dugaan suap yang diberikan terkait dengan kepentingan perizinan Meikarta sebagai proyek Lippo group," jelas Febri. 

Share :
Komentar :

Terkait

Read More