Forgot Password Register

Headlines

Bermodal Tanda Tangan Digital, Start Up Ini Targetkan Pendapatan Rp1 Triliun

Bermodal Tanda Tangan Digital, Start Up Ini Targetkan Pendapatan Rp1 Triliun Ilustrasi tanda tangan digital (Foto: Instagram/privy_id)

Pantau.com - Startup tanda tangan digital, PrivyID mencatat sudah memiliki 2,2 juta pengguna platform tanda tangan digital. Jumlah tersebut berasal dari 10 persen pengguna personal dan 90 persen pengguna yang berasal dari perusahaan.

Co-Founder PrivyID Guritno Adi Saputro menargetkan, pendapatan hingga akhir tahun 2018 ini dapat mencapai Rp1 triliun. Jumlah tersebut diklaim meningkat hingga 80 persen dari tahun 2017 lalu. 

"Tahun ini hampir Rp1 trilun, paling banyak di B to B (Bisnis to Bisnis), 90 persen B to B, (kalau) B to C massih kurang karena kesadaran. Peningkatan pengguna 80 persen itu dari tahun lalu peningkatan pencapaiannya," ujarnya saat ditemui di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (6/12/2018).

Baca juga: Cuma di Daerah ini Kalian Bisa Makan Durian Enak Harga Rp10.000

Ia menilai, peningkatan ini didorong pesatnya pertumbuhan Fintech tahun 2018 ini. Selain itu, regulasi mengenai tanda tangan digital yang baru dikeluarkan tahun 2018 ini turut mendorong penggunaan platform ini. Mulai dari dasar Undang-Undang ITE, PP no. 82 tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik.

Kemudian, Permen Kominfo no. 11 tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Sertifikasi Elektronik, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mewajibkan perusahaan hniech menggunakan tanda tangan digital lewat Pasal 41 Peraturan OJK No 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi.

"Target sampai akhir tahun sekarang paling banyak fintech, perusahaan 180-an perusahaan, bisa sampai 300an (hingga akhir tahun) karena sekarang kita intensif dengan fintech-fintech, fintech multifinance dan perbankan," ungkapnya.

Baca juga: Pinjaman Online Wajib Pakai Tanda Tangan Digital, Aman Nggak Sih?

Pihaknya bahkan menargetkan, tahun 2019 mendatang pendapatan bisa naik 300 persen mencapai Rp 3 triliun. "Tahun depan kita mau pencapaian tiga kali lipatnya, Rp 3 triliun , keberadaan fintech meningkatkan pengguna PrivyID," pungkasnya.

Sejauh ini, pengguna tanda tangan digital PrivyID yang berasal dari pelanggan dan nasabah perusahaan besar seperti Telkom Indonesia, CIMB Niaga, Bank Mandiri, Bussan Auto Finance, Kredit Plus, Adira Finance, Bank BRI hingga startup dan perusahaan skala kecil menengah seperti AwanTunai, Klik Acc, Kerjasamacom, ITX dan Sewa Kamera.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More