Forgot Password Register

Headlines

Pinjaman Online Wajib Pakai Tanda Tangan Digital, Aman Nggak Sih?

Pinjaman Online Wajib Pakai Tanda Tangan Digital, Aman Nggak Sih? Ilustrasi tanda tangan digital (Foto: Instagram/privy_id)

Pantau.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mewajibkan penggunaan tanda tangan digital yang sesuai dengan ketentuan peraturan dan perundangan di Indonesia terutama yang sudah diatur dalam regulasi yakni Fintech Pinjaman Online atau Peer to Peer (P2P) Lending.

Hal ini sebagai berupaya memperbaiki kualitas industri fintech. Tapi sobat Pantau harus tau juga apakah tanda tangan ini lebih aman dari tanda tangan basah di atas kertas? 

CO-Founder PrivyID yang merupakan penyedia tanda tangan digital swasta, Guritno Adi Saputro mengungkapkan bahwa tanda tangan digital justru dinilai lebih aman dari tanda tangan basah diatas kertas. 

"Justru kalau kita pakai tanda tangan digital seharusnya lebih secure dari tanda tangan basah, karena kalau tanda tangan basah kalau saya tanda tangan saya bisa ngaku itu bukan tanda tangan saya," ujarnya dalam sebuah diskusi di Kebayoran, Jakarta Selatan, Kamis Jumat, (6/12/2018).

Baca juga: Percepat Proses, Pinjaman Online Pakai Tanda Tangan Digital

Guritno menambahkan penggunaan tanda tangan digital dinilai lebih aman karena melalui beberapa tahapan dan menggunakan teknologi khusus.

"Kalau di pengadilan (pembuktian tanda tangan basah), pakai teknologi grafologi justru kalau tanda tangan digital lebih secure, pertama setiap user kita kasih pasangan kunci private key dan public key dan kita juga terbitkan sertifikat digital," katanya. 

Selain itu tanda tangan digital ini dianggap aman karena akan sulit digunakan atau oleh orang lain. 

"Jadi ketika tanda tangan dokumen dia harus pakai dua verifikasi, log ini pakai id dan OTP SMS, kalau berhasil (masuk) di belakang ada proses penandatanganan dokumen, ada proses dokumen di-encrypt sehingga sulit menyangkal tidak tanda tangan,"  paparnya.

Baca juga: Cuma di Daerah ini Kalian Bisa Makan Durian Enak Harga Rp10.000

Tak hanya itu kata dia, pengamanan juga dilakukan untuk menjaga kerahasiaan data pengguna aplikasi ini. 

"Kita bahkan menggunakan infrastruktur hardware lumayan mahal, disitu tempat untuk menyimpan e-User jadi kalau di-hack itu mesin akan otomatis self distract menghapus data-data termasuk ketika kita mengangkat sedikit saja langsung terhapus datanya jadi pengamanan selain software juga hardware," pungkasnya.

Untuk diketahui saat ini, tanda tangan digital ini wajib digunakan dalam pengesahan perjanjian antara penyelenggara, pemberi, dan penerima pinjaman. OJK mewajibkan perusahaan fintech menggunakan tanda tangan digital lewat Pasal 41 Peraturan OJK No 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More