Pantau Flash
Anies Baswedan hingga James Riady Masuk Jadi Anggota Satgas Omnibus Law
Jokowi Ingin Turunkan Angka Stunting di Indonesia Jadi 14 Persen
BPS: Neraca Perdagangan November 2019 Defisit 1,33 Miliar Dolar AS
Presiden Jokowi Teken PP Penyediaan Tenaga Teknis di Perdagangan Jasa
Rupiah Melemah Jelang Perilisan Data Neraca Perdagangan

BI Siapkan Uang untuk Lebaran Rp217,1 Triliun, Terbanyak Wilayah Jawa

BI Siapkan Uang untuk Lebaran Rp217,1 Triliun, Terbanyak Wilayah Jawa Penukaran uang baru (Foto: Antara)

Pantau.com - Bank Indonesia menyiapkan uang kartal Rp217,1 triliun untuk kebutuhan Ramadhan dan Lebaran 2019. Namun porsi setiap daerah berbeda disesuaikan dengan data kebutuhan setiap daerah.

"Setiap daerah itu disesuaikan dengan EKU (Estimasi Kebutuhan Uang), jadi berdasarkan data itu," ujar Deputi Gubernur BI, Rosmaya Hadi saat ditemui di kawasan lapangan parkir IRTI Monas, Jakarta Pusat, Jumat (17/5/2019).

Rosmaya menambahkan, porsi terbesar saat ini yakni untuk Jawa non Jabodetabek yang mencapai Rp84 triliun. 

"Kalau kita lihat dari Rp217,1 triliun itu gimana pembagian perwilayahan, itu banyak sekali di Jawa. Jawa non Jabodetabek Rp84 triliun, perekonomian didominasi Jawa kelihatannya sampe kini," paparnya.

Baca juga: Penukaran Uang di Monas Resmi Dibuka, BI: Tukar di Tempat yang Aman

Semantara untuk wilayah lainnya beragam mulai dari Rp40 triliun hingga kisaran Rp50 triliun. "Jabodetabek sendiri Rp51,5 triliun, Sumatera Rp41,2 triliun sedangkan bagian Timur Indonesia Rp40,4 triliun, itu pembagian secara Indonesia," ungkapnya.

Seperti diketahui, Bank Indonesia mencatat kebutuhan uang kartal untuk periode Ramadhan, Idul Fitri 1440 Hijriah diprakirakan sebesar Rp217,1 triliun.

Baca juga: Pak Arief Poyuono, Nih Balasan Sri Mulyani Soal Ajakan Tak Bayar Pajak

Deputi Gubernur BI, Rosmaya Hadi mengatakan jumlah tersebut meningkat 13,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Jadi sekarang secara nasional kebutuhan uang tunai itu adalah Rp217,1 triliun, kalau di tahun lalu Rp191,3 triliun," ujarnya saat jumpa pers di Gedung BI, Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (10/5/2019).

Tim Pantau
Penulis
Nani Suherni
Reporter
Ratih Prastika
Category
Ekonomi

Berita Terkait: