Pantau Flash
Jepang Sepakat dengan Korea Selatan Soal Arbitrase WTO
Ginting Tantang Kento Momota di Final China Open 2019
Hasil Kualifikasi GP Aragon, Marquez Raih Pole Position
Didanai APBD DKI, Bekasi Siap Bangun Fasilitas Park and Ride
Walmart Resmi Keluarkan Kebijakan Stop Jual Rokok Elektrik

Brexit Ditunda 6 Bulan, IMF: Beri Waktu Bagi Agen-agen Ekonomi

Brexit Ditunda 6 Bulan, IMF: Beri Waktu Bagi Agen-agen Ekonomi Pengunjuk rasa Pro-Brexit dan anti-Brexit memegang poster dan bendera di Whitehall, di pusat Kota London. (Foto: Reuters/Toby Melville)

Pantau.com - Penundaan enam bulan keluarnya Inggris dari Uni Eropa menghindari "hasil mengerikan" dari Brexit "tanpa kesepakatan", yang selanjutnya akan menekan ekonomi global yang sedang melambat, tetapi tidak melakukan apa pun untuk mengangkat ketidakpastian atas hasil akhir, kata Ketua Dana Moneter Internasional (IMF).

Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde pada konferensi pers selama pertemuan musim semi IMF dan Bank Dunia di Washington, mengatakan selain itu, pengaturan yang baru saja tercapai tidak akan menyelesaikan masalah antara Inggris dan Uni Eropa.

Kamis (11 April 2019), para pemimpin Uni Eropa memberi Inggris enam bulan lagi untuk menyelesaikan keluar dari blok 28 anggota, tetapi penangguhan itu tidak memberikan kejelasan tentang kapan, bagaimana, atau bahkan apakah Brexit akan terjadi.

"Setidaknya Inggris tidak akan pergi pada 12 April tanpa kesepakatan. Ini memberi waktu untuk pembicaraan lanjutan antara berbagai pihak yang terlibat di Inggris. Mungkin memberi waktu bagi agen-agen ekonomi untuk lebih mempersiapkan semua opsi, terutama industrialis dan pekerja, untuk mencoba mengamankan masa depan mereka," kata Lagarde.

Baca juga: Adu Gengsi Program Capres: Single Identity Number vs Multi Kartu

Sementara itu dampak tidak langsung dari kisah Brexit beriak di seluruh dunia sampai batas tertentu. Tiga tahun sejak referendum Juni 2016 untuk meninggalkan Uni Eropa telah sangat membebani Inggris.

Ketidakpastian yang dihadapi bisnis Inggris telah menembus atap karena Brexit merugikan investasi dan menimbulkan tantangan jangka panjang untuk produktivitas ekonomi, Gubernur Bank of England (bank sentral Inggris) Mark Carney mengatakan pada sebuah acara di sela-sela pertemuan IMF dan Bank Dunia.

Meskipun pasar tenaga kerja "sangat ketat", bisnis telah menahan investasi sejak referendum, katanya. Carney mengatakan bahwa sementara risiko-risiko Brexit tanpa kesepakatan telah diturunkan, masih harus dilihat seberapa baik waktu tambahan digunakan.

"Ini memberikan jendela waktu bagi proses politik, khususnya di Inggris, untuk menempa konsensus di dalam Dewan Perwakilan Rakyat tentang bentuk perjanjian. Kami akan melihat bagaimana waktu itu digunakan," kata Carney.

Brexit hanyalah salah satu dari sejumlah risiko-risiko ekonomi yang mendorong IMF minggu ini memotong perkiraan pertumbuhan global untuk 2019 menjadi 3,3 persen, tingkat terendah sejak 2016, dengan sedikit rebound menjadi 3,6 persen yang diharapkan pada tahun depan.

Baca juga: Maskapai China Eastern Airlines Siap Ajukan Klaim pada Boeing 737 MAX

Pejabat IMF lainnya, David Lipton, mengatakan lembaga itu tidak memproyeksikan resesi global, tetapi perlambatan pertumbuhan membuat dunia berada di tempat yang sulit.

"Kita harus khawatir tentang kemungkinan resesi," katanya saat berdiskusi di kantor pusat IMF.

Pejabat telah berulang kali menunjuk ketegangan-ketegangan perdagangan sebagai penyebab utama di balik perlambatan global.

Gubernur Bank of Japan (bank sentral Jepang) Haruhiko Kuroda mengatakan dia tetap berharap ekonomi Jepang yang bergantung pada ekspor akan segera bangkit dari perlambatan, tetapi menambahkan bahwa pembicaraan perdagangan AS-China yang sedang berlangsung membayangi prospek global.

"Proteksionisme tidak menguntungkan Amerika Serikat maupun China," kata Kuroda kepada wartawan setelah tiba untuk pertemuan para pemimpin keuangan Kelompok 20 (G-20).

Baca juga: Kata INDEF, Utang Indonesia Masih Aman Sih tapi Asing Bisa Keluar

Kelemahan dalam perdagangan global membuat ekonomi lebih bergantung pada konsumen, kata Carney.

"Biasanya ketika ekspansi bergantung pada konsumen, Anda mulai menonton jam, dalam hal berapa lama itu akan berlangsung," ujarnya.

Share this Post:
Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Nani Suherni
Penulis
Nani Suherni
Category
Ekonomi

Berita Terkait: