Pantau Flash
Beberkan Cairan Kimia, TPF Sebut Pelaku Tak Ada Niat Bunuh Novel Baswedan
Bentrok Warga Terjadi di Mesuji, Tiga Orang Dikabarkan Tewas
Melaju ke Babak Kedua, Della/Rizki Dibayangi Rekor Buruk
Keponakan Prabowo Cabut Gugatan, Mulan Jameela Lanjut Gugat Gerindra
Hasil Undian Kualifikasi Piala Dunia 2022: Indonesia Masuk Grup G

Citilink Hentikan Bagasi Berbayar, Pengamat: Satu Maskapai Masih Jalan

Headline
Citilink Hentikan Bagasi Berbayar, Pengamat: Satu Maskapai Masih Jalan Pengamat Ekonomi dari UGM, Bhima Yudhistira (Foto: Pantau.com/Bagaskara Isdiansyah)

Pantau.com - Kebijakan maskapai menaikan harga tiket pesawat dan bagasi berbayar menimbulkan polemik di masyarakat. Pengamat Ekonomi dari UGM, Bhima Yudhistira mendorong pemerintah untuk menyikapi secara tegas terkait polemik yang sedang terjadi di dunia penerbangan komersil ini.

Bhima menilai bahwa saat ini pemerintah tebang pilih dalam menyikapi masalah terkait persoalan bagasi berbayar. Untuk diketahui pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan (Kemenhub) hanya memberhentikan perbelakuan bagasi berbayar kepada maskapai Citilink.

"Tapi ada satu maskapai yang masih jalan saja dengan bagasi berbayarnya, ini menciptakan pesaingan enggak sehat juga," ujar Bhima dalam sebuah diskusi di Kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (9/2/2019).

Baca juga: Jasa Pengiriman Barang Klaim Tetap Gunakan Kargo Udara Walaupun Mahal

Menurutnya, pemerintah perlu mengambil langkah tegas mengatasi masalah ini bahkan jika perlu harus memberikan sanksi kepada maskapai yang masih menerapkan bagasi berbayar. 

"Pemerintah enggak tegas, enggak punya sanksi. Kalau bilang tunda bagai berbayar semua juga harus menunda, jangan satu main sendiri itu," tegasnya.

Baca juga: Dilema Bagasi Berbayar, Sektor Lain Kena Getahnya

Lebih lanjut, Bhima pun mengaku curiga dengan sikap pemerintah seperti ini ada agenda tersembunyi yang sengaja akan dimunculkan. Menurutnya, dengan langkah pemerintah yang terkesan lambat, masyarakat sengaja dialihkan untuk menggunakan transportasi darat untuk menaikan acupancy jalan Tol.

"Jangan-jangan itu adalah hidden agenda dari pembiaran ini. Atau implikasinya. sehingga itu mendorong karena mobil lagi turun nih penjualannya. Makanya kita melihat apa ini skenario besarnya ke arah sana," tandasnya.

Share this Post:
Tim Pantau
Penulis
Nani Suherni
Reporter
Bagaskara Isdiansyah
Category
Ekonomi

Berita Terkait: