Forgot Password Register

Coca Cola dengan Sentuhan Islam di Norwegia Tuai Kontroversi

Coca Cola dengan Sentuhan Islam di Norwegia Tuai Kontroversi Ilustrasi coca cola. (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Untuk memperingati bulan suci umat Islam, Coca-Cola Norwegia telah menambahkan simboli Islam pada minuman andalan mereka. Mereka juga melakukan kampanye nasional dengan logo bulan sabit, simbol penting dalam Islam.

"Kami ingin menunjukkan sikap kami yang jelas tentang keanekaragaman dan betapa pentingnya bagi masyarakat. Keanekaragaman dan inklusi selalu penting bagi Coca-Cola. Misalnya, banyak yang tidak tahu bahwa pada 1950-an kami secara aktif terlibat dalam gerakan hak-hak sipil . Cola adalah wanita pertama di depan dalam kampanye iklan," kata Manajer Pemasaran di Coca-Cola Norwegia, Johanna Kosanovic, kepada surat kabar Norwegia Dagbladet, yang dikutip dari Sputnik, Selasa (14/5/2019).

Nina Marianne Iversen, seorang profesor pemasaran dan branding di Norwegian Business School (BI) berpendapat, Coca-Cola ingin membangun hubungan yang lebih dekat dengan umat Islam.

"Motif lain untuk Coca-Cola adalah bahwa mereka ingin menunjukkan diri mereka sebagai aktor sosial yang bertanggung jawab dengan menghubungkan merek dengan keragaman dan inklusi", Iversen menunjukkan. "Mereka menantang pendirian dan mereka yang skeptis terhadap Islam", katanya, memuji perusahaan karena "cukup" cukup untuk mengambil risiko memprovokasi stereotip negatif.

Fatima Almanea dari Partai Buruh sayap kiri, yang juga seorang Muslim, berpendapat bahwa kampanye itu "sangat positif" dan merupakan langkah penting menuju inklusivitas dan perlakuan yang sama. Dia menekankan bahwa wajar bagi Coca-Cola untuk menindaklanjuti Ramadhan.

Namun di media sosial, reaksinya lebih beragam, seperti prediksi Andersen. "Islam tidak disambut atau diinginkan di Norwegia yang indah. Pergi ke negara Islam. Cobalah memasarkan liburan Kristen di sana," kata seorang pengguna mengamuk karena ucapan "Selamat Ramadhan" Coca-Cola di Instagram.

"Saya tidak menentang Islam, tetapi ini bukan bagaimana perusahaan Coca-Cola harus berperilaku di negara Kristen," ujar netizen lain.

"Coca-Cola Norwegia untuk merayakan Ramadhan sejajar dengan Natal," tulis pemberitaan FødevareWatch..

Di Facebook, banyak yang mengancam akan boikot. "Tidak ada lagi Cola. Yuck!" pengguna lain bereaksi di Facebook.

Komunitas Islam Norwegia telah tumbuh secara eksponensial sejak 1960-an. Saat ini, umat Islam diperkirakan merupakan 5,7 persen dari populasi Norwegia sebesar 5,2 juta.

Bulan sabit, atau Hilal, sering digunakan sebagai elemen dekoratif di masjid dan interior. Bulan memiliki makna religius karena fase bulan menentukan kalender Islam dan, akibatnya, waktu liburan keagamaan.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More