Forgot Password Register

Demi Ikut Aksi 67, Peserta Aksi Asal Indramayu Rela Melakukan Hal Ini

Peserta aksi 67 sudah mulai berkumpul di Masjid Istiqlal (Foto: Pantau.com / Bagaskara Isdiansyah) Peserta aksi 67 sudah mulai berkumpul di Masjid Istiqlal (Foto: Pantau.com / Bagaskara Isdiansyah)

Pantau.com - Massa Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) yang akan menggelar aksi 67 mulai terlihat berdatangan dan berkumpul memadati area Masjid Istiqlal Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (6/7/2018).

Nantinya, peserta aksi akan terlebih dulu melaksanakan ibadah salat Jum'at berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan berunjuk rasa di Bareskrim Polri dan Kantor Kemendagri.

Dari pengamatan Pantau.com di Masjid Istiqlal, masa yang akan menggelar unjuk rasa ini mulai berdatangan baik dari sekitaran Jakarta maupun luar kota. Seperti Boim, pria berusia 35 tahun yang datang dari Indramayu, Jawa Barat.

Bahkan, Boim mengaku rela menjual padinya di kampung untuk ongkos ke Jakarta agar dapat mengikuti aksi 67. 

"Intinya sih saya ingin pemerintahan lebih baik. Ingin ikut aja soalnya waktu aksi 212 saya enggak ikut," ucap Boim ditemui Pantau.com di Area Masjid Istiqlal, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (6/7/2018).

"Saya sampai bela-belain jual padi di kampung mas buat sampe kesini (Jakarta). Tidur juga semalam disini di pelataran kedinginan," tutur Boim.

Baca juga: Ribuan Massa Aksi 67 Bakal Kepung Bareskrim dan Kemendagri

Selain itu Boim mengaku, keinginannya ikut aksi 67 ini berawal dari undangan media sosial facebook. Ia mengklaim, aksinya ini atas dasar keinginan sendiri dan tak dibayar oleh pihak tertentu. Boim sendiri datang ke Jakarta dengan lima orang temannya.

"Saya baru sampe semalem datang dari Indramayu kemarin sore. Saya harap pemerintah ini mendengar rakyat yang di bawah. Saya enggak mau anarkis-anarkis itu saya enggak suka," pungkasnya.

Sekadar informasi, ribuan massa Persaudaraan Alumni (PA) 212 yang tergabung dalam aksi 67 hari ini akan menggelar unjuk rasa di Bareskrim Polri dan Kantor Kemendagri.

Mereka akan menyampaikan beberapa tuntutan diantaranya menuntut Polri untuk membatalkan SP3 Sukmawati terkait kasus dugaan penistaan agama, serta menolak Pj Gubernur Jawa Barat M Iriawan.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More