Forgot Password Register

Desakan Pemberian Gelar Pahlawan pada Kolaborator Nazi Kembali Guncang Ukraina

Desakan Pemberian Gelar Pahlawan pada Kolaborator Nazi Kembali Guncang Ukraina Aksi pendukung Stepan Bandera. (Foto: Reuters/Valentyn Ogirenko0

Pantau.com - Anggota parlemen dari dua partai terbesar Ukraina telah mengajukan mosi meminta presiden Ukraina untuk secara anumerta memberikan penghargaan 'Pahlawan Ukraina' kepada seorang kolaborator Nazi yang dikenal, Stepan Bandera.

Mengutip RT, Jumat (7/12/2018), Presiden Ukraina Petro Poroshenko bersama dengan partai Front Rakyat sayap kanan telah mendukung rancangan resolusi tersebut.

Para anggota parlemen mencatat bahwa Bandera berjuang untuk kenegaraan Ukraina melawan rezim pendudukan Soviet dan Jerman. Hal itu jelas menjadi wujud simbol dari perjuangan untuk kemerdekaan.

Baca juga: Militer Ukraina Dikabarkan Bertolak ke Donbass, Rusia Singgung Pemberitaan Media

Bandera adalah sosok yang sangat memecah belah dalam sejarah Ukraina, tetapi dianggap oleh banyak orang sebagai pahlawan. Meskipun metode kekerasan dan tuduhan pembantaian etnis dari ribuan orang Polandia benar adanya.

Sebelum invasi Nazi ke Uni Soviet pada bulan Juni 1941, Bandera berkolaborasi dengan Nazi, mendeklarasikan negara merdeka pada 30 Juni 1941.

Dokumen pendirian yang dikenal sebagai "tindakan pemulihan negara Ukraina" termasuk janji eksplisit untuk Nazi Jerman menjadi bukti langkah Bandera.

Baca juga: Di Tengah Konflik Rusia-Ukraina, AS Justru Kirim Kapal Perang ke Selat Kerch

Kolaborasi antara rezim pekerjaan Nazi dan Bandera's Ukraina tidak berlangsung lama. Pasalnya, kedua pimpinan tersebut ditangkap, dan di penjara di Jerman. 

Namun hal bertentangan dilontarkan oleh Presiden Polandia Andrzej Duda memperkirakan bahwa sayap militan OUN, UPA, melakukan pembantaian sekitar 100.000 Polandia pada 1942-1944, Ia pun menuntut Ukraina tidak melupakan tragedi tersebut.

Ini adalah upaya kedua oleh Kiev untuk secara resmi menjadikan Bandera sebagai pahlawan nasional. Pada bulan Januari 2010, saat itu Presiden Viktor Yushchenko memberikan penghargaan kepada Bandera. Tetapi empat bulan kemudian, penghargaan itu ditarik setelah pengadilan memutuskan bahwa Yushchenko telah melanggar hukum negara sejak Bandera bukan warga negara Ukraina.


Share :
Komentar :

Terkait

Read More