Forgot Password Register

Headlines

Detik-detik Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi, Sakit Hati Berujung Hantaman Linggis

Detik-detik Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi, Sakit Hati Berujung Hantaman Linggis Haris Simamora saat digiring polisi (Foto: Antara/Aprilio Akbar)

Pantau.com - Haris Simamora, pemuda berusia 23 tahun, ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan satu keluarga di Bekasi, Jawa Barat. Pembunuhan keji itu menewaskan Daperum Nainggolan (38), Maya Ambarita (37), Sarah Nainggolan (9), dan Arya Nainggolan (7). 

Dari penuturan Haris kepada polisi, ia telah berniat menghabisi nyawa Daperum dan Maya. Sakit hati lantaran sering dihina dengan sebutan manusia tidak berguna, membuat amarah Haris memuncak. 

Senin malam, 12 November 2018, Haris bertamu ke rumah korban yang berada di Bekasi, Jawa Barat, sekitar pukul 23.00 WIB, dengan niat menghabisi nyawa Daperum dan Maya. Haris tak mempersiapkan alat apapun kala itu. Hanya saja, pada saat berada di rumah korban, Haris melihat sebatang linggis yang ada di rumah itu.

Baca juga: Cerita Tetangga Soal 'Alarm TV' di Rumah Korban Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi

"Malam-malam dia datang masuk ke rumah korban, kemudian melihat di brankas dan mengambil linggis dan dia melakukan pembunuhan dengan linggis," ucap Wakapolda Metro Jaya Brigjen Wahyu Hadiningrat di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (16/11/2018).

Setelah mendapat linggis itu, Haris pun kembali ke ruang tamu yang juga terdapat Daperum dan Maya yang sedang tertidur. Tanpa basa-basi, Haris langsung menghantamkan linggis ke arah Daperum beberapa kali hingga bersimbah darah.

Penemuan mayat pembunuhan keluarga di Bekasi (Foto: Istimewa)

Tak sampai di situ, Haris juga menggunakan linggis itu untuk menghabisi nyawa Maya Ambarita yang merupakan sepupunya sendiri, yang juga sedang tertidur.

Setelah menghabisi keduanya, Haris kaget lantaran dua anak korban terbangun dengan suara gaduh yang ditimbulkan. Kedua anak yang bernama Sarah Nainggolan (9) dan Arya Nainggolan (7) itu pun sempat menanyakan apa yang telah terjadi dengan kedua orangtuanya.

"Karena saat kejadian anak itu bangun mengetahui. Dan sempat bertanya, 'ada apa om dengan orangtua saya'," kata Brigjen Wahyu Hadiningrat. 

Baca juga: 5 Pembunuhan Sadis Satu Keluarga di Indonesia Sepanjang Tahun 2018

Sehingga, Haris pun memilih untuk membawa kedua keponakannya itu untuk kembali ke dalam kamar. Di kamar itulah Haris menghabisi nyawa kedua anak itu dengan cara mencekik hingga kehabisan napas.

"Pertama kejadian ada di ruang tamu, kemudian kedua anaknya mengetahui dan bangun, kemudian anaknya yang berumur 9 dan 7 tahun (dicekik)," kata Wahyu.

Setelah membunuh seluruh anggota keluarga itu, Haris merampas beberapa harta benda berupa beberapa unit ponsel dan mobil Nisan X-trail.

Rumah Daperum Nainggolan dipasang garis polisi (Foto: Pantau.com/Lilis Varwati)

Akan tetapi, pelarian Haris berakhir setelah polisi berhasil melacak keberadaan mobil itu yang ditemukan di rumah kos Haris yang berada di kawasan Cikarang, Jawa Barat.

Tak lama kemudian, Haris akhirnya berhasil diciduk di kaki Gunung Guntur, Garut, Jawa Barat, saat beristirahat di sebuah saung. 

Kini akibat perbuatannya Haris terancam hukuman seumur hidup lantaran dijerat dengan Pasal 365 ayat 3, 340, dan 338 KUHP dengan ancaman hukuman mati.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More