Forgot Password Register

Disemprot Kanada Saat KTT G7, Donald Trump: Kami Balas Juli Nanti!

Presiden AS Donald Trump dan PM Kanada Justin Trudeau. (Foto: Reuters/Leah Milis) Presiden AS Donald Trump dan PM Kanada Justin Trudeau. (Foto: Reuters/Leah Milis)

Pantau.com - Beberapa jam setelah KTT G7, Presiden AS Donald Trump menyerang Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau. Ia menolak jalannya KTT setelah adanya kesepakatan penghambatan tarif Amerika.

Melansir Russia Today, Senin (11/6/2018), Trump menyebut Trudeau tidak jujur ​​dan lemah. Dia menegaskan kembali bahwa tarif AS yang dikenakan baru-baru ini pada impor logam dari Kanada dan negara-negara lain adalah tanggapan terhadap apa yang dia yakini sebagai ketidaksetaraan perdagangan.

Trump mengecam pernyataan Trudeau pada konferensi pers setelah KTT itu. Di sana, Trudeau mengulangi uraiannya sebelumnya tentang tarif perdagangan AS sebagai sebuah sikap menghina dan berjanji akan membalas Kanada pada Juli nanti.

Baca juga: 'Tampar' Trump, Presiden Prancis: Lebih Baik Pecat AS dari Pasar Dagang G7

Beberapa menit kemudian, Trump mengubah foto profil Twitter-nya. Sebelumnya ia memasang foto pertemuanG7, lalu diganti menjadi foto dirinya yang ia katakan sedang menyanyikan lagu kebangsaan dengan anggota militer AS di Atlanta pada bulan Januari lalu. 

Juru Bicara Trudeau, Cameron Ahmad menyatakan, jika yang disampaikan Trudeau bukan sebuah isapan jempol belaka. Ia menegaskan, tak pernah berniat memancing amarah orang nomor satu Negeri Paman Sam itu.

"Perdana Menteri (Trudeau) tidak mengatakan apa-apa yang belum dia katakan sebelumnya, baik di depan umum, dan dalam percakapan pribadi dengan Presiden," bunyi pernyataan tersebut.

"Kami berusaha untuk mengurangi hambatan tarif, hambatan non-tarif dan subsidi," pernyataan pasca-KTT oleh para pemimpin G7 sebelum umpatan Trump menyebar. 

Baca juga: Celetukan Kanselir Jerman Soal KTT G7 Akan Berjalan Sulit dengan Adanya AS

Presiden Prancis Emmanuel Macron juga mencoba meredam amarah Trump. Ia menyatakan KTT G7 telah berhasil membuat kesepakatan untuk menata kembali perdagangan antara Eropa dan Amerika Serikat.

Perdana Menteri Inggris Theresa May juga memberikan komentar positif. "Khusus AS-Inggris, kami bekerjasama dengan Presiden Trump, dan Inggris memiliki hubungan yang sangat baik dengan Amerika Serikat," katanya.

Menjelang KTT, Trump membuat gusar para pemimpin dunia lainnya dengan tuduhan praktik perdagangan yang tidak adil, membuatnya mendapatkan banyak kritik baik dari Trudeau dan Macron.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More