Pantau Flash
Resmi! Jokowi-Ma'ruf Jadi Presiden dan Wakil Presiden 2019-2024
Marquez Juara GP Jepang, Honda Raih Gelar Konstruktor MotoGP 2019
Presiden Jokowi Janji Umumkan Nama Menteri Kabinetnya Besok
Jelang Pelantikan Presiden, Bus Transjakarta Alihkan Sejumlah Rute
TNI-Polri Kerahkan Armada Udara Pantau Situasi Pelantikan Presiden

Ditugaskan Impor 50.000 Ton Daging Sapi Brazil, 3 BUMN Ini Belum Urus Izin

Headline
Ditugaskan Impor 50.000 Ton Daging Sapi Brazil, 3 BUMN Ini Belum Urus Izin Pegadang daging (Foto: Antara)

Pantau.com - Kementerian Perdagangan menyatakan ketiga BUMN sektor pangan yang mendapat penugasan impor daging sapi dari Brazil, yakni Perum Bulog, PT Berdikari dan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) belum ada yang mengajukan izin impor ke Kementerian Perdagangan.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Indrasari Wisnu Wardhana menjelaskan Kementerian BUMN telah mengeluarkan surat penugasan kepada ketiga BUMN tersebut untuk mendatangkan daging sapi sebanyak 50.000 ton guna memenuhi kebutuhan daging dalam negeri.

"Sampai saat ini belum ada yang mengajukan izin (impor) ke kami. Mungkin mereka sedang melengkapi persyaratan untuk rekomendasi," kata Indrasari pada media briefing di Kementerian Perdagangan Jakarta, Senin (16/9/2019).

Baca juga: Konsumsi Daging Babi Terbanyak di Dunia Bukan Warga China

Menurut dia, ketiga BUMN tersebut masih melengkapi persyaratan administrasi untuk mendapatkan rekomendasi dari Kementerian Pertanian, sebelum mengajukan izin impor ke Kementerian Perdagangan.

Izin impor daging sapi diputuskan pemerintah dalam rapat koordinasi terbatas (rakortas) di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada Agustus lalu.

Penugasan impor daging sapi sebanyak 50 ribu ton ini ditujukan pada tiga BUMN sektor pangan, yakni Perum Bulog sebanyak 30.000 ton, PT PPI sebanyak 10.000 ton dan PT Berdikari 10.000 ton.

Baca juga: China akan Cabut Tarif Daging Babi Asal AS, karena Butuh?

Dari pemasukan 30.000 ton daging sapi Brazil tersebut, Perum Bulog merealokasikan 20.000 ton dari kuota impor daging kerbau India. Sehingga, kuota impor daging kerbau India Bulog berkurang dari 100.000 menjadi 80.000 ton.

"Total 100.000 ton kemudian dikurangi 20.000 sehingga tinggal 80.000 ton. Yang 20.000 ton itu direalokasi untuk daging sapi Brazil, tetapi tergantung Bulognya, apakah dia akan mengajukan itu," kata Indrasari.

Ia menambahkan jika Perum Bulog menginginkan jatah impor daging sapi dari Brasil sebanyak 30 ribu ton, perusahaan harus mengajukan perubahan Persetujuan Impor (PI).

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Penulis
Nani Suherni
Category
Ekonomi