Forgot Password Register

Dorong Investasi, Indonesia Diminta Tambahan Insentif Khusus

Dorong Investasi, Indonesia Diminta Tambahan Insentif Khusus Pembangunan jalan tol (Foto:Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com - Indonesia dengan negara yang wilayah yang luas mencangkup perairan dan kepulauan dinilai perlu menerapkan insentif peraturan khusus setiap daerah. Hal ini diungkapkan oleh pendiri Jababeka Group, Setyono Djuandi Darmono dalam acara Indonesia Development Forum.

Ia menambahkan insentif khusus terutama dalam untuk daerah-daerah yang lokasinya tak strategis sehingga dinilai kurang menarik bagi investor.

"Semua perlu diperbaiki oleh undang-undang yang mendukung, kemudian perlu juga dibangun  di daerah-daerah dengan  hal-hal yang cepat menumbuhkan ekonomi," ujarnya dalam acara yang digelar di Hotel Ritz-Carlton, Kuningan, Jakarta, Selasa (20/7/2018).

Baca juga: Realisasi Pajak Capai Semester I Rp581,54 Triliun, Sektor Mana Sumbang Paling Banyak?

"Kalau di Jababeka karena karena dekat ibukota kalau makin jauh makin sulit sehingga, tax insetif harus berbeda, kalau tax insentif sama seluruh Indonesia, pasti orang berusaha di sekitar Jakarta. Dan pulau Jawa terutama," imbuhnya.

Selain itu, kebijakan berusaha yang diatur melalui regulasi juga menjadi sebuah kepastian hukum yang dinilai akan sangat berpengaruh dalam menarik investor ke Indonesia.

"Lebih baik di desain sehingga kawasan ekonomi khusus harus punya insentif yang berbeda dan dikelola secara otoriter. Karena yang membuat kepastian hukum itu pemimpin yang mempunyai otoritas," ungkapnya.

"Biarpun Bupati beda-beda tiap lima tahun, tapi pemimpin kawasan sama, otoriter di kluster-kluster tapi demokrasi di seluruh Indonesia," imbuhnya.

Ia menilai saat ini Investor masih enggan berinvestasi di Indonesia salah satunya karena ada kekhawatiran. 

"Karena orang asing mau investasi takut. Karena apa-apa boleh. Maka perlu dibangun, kluster kawasan ekonomi yang peraturannya khusus. Jadi bukan Kawasan ekonomi khusus tapi Kawasan ekonomi umum," katanya.

"Misal di Morotai Jababeka bangun, jaraknya 2500 KM dari Jakarta peraturannya sama. Harusnya tax holiday disana jangan 10 tahun kasihlan 100 tahun karena daripada membebani APBN 1 T pertahun gak ada kembalinya ke pusat," paparnya. 

Baca juga: Sri Mulyani Beberkan Strategi Hadapi Ancaman Perang Dagang AS

Ia juga memaparkan bahwa pembangunan di wilayah yang tidak didukung insentif khusus cukup sulit pasalnya Investor enggan justru menahan untuk berinvestasi. Ia mencontohkan salah satu kawasan Tanjung Lesung. Dimana saat itu Jababeka selama 25 tahun terus merugi, padahal jaraknya hanya 180 Km dari Jakarta. Saat itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan kebijakan tax holiday selama 10 tahun, tetapi Jababeka tetap merugi.

"Makanya perlu insetif peraturan khusus, tiap daerah harus khsusus, bupati harus minta peraturan khusus supaya rakyat disana bisa maju dengan regulasi lah ekonomi tumbuh. Dengan kerjasama pengusaha penguasa Akademi ulama maka maju, kalau semua desentralisasi daerah gak mungkin maju harus ada perbedaan-perbedaan," pungkasnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More