Forgot Password Register

Ekonom INDEF: BI Tidak Bisa Hanya Andalkan Cadangan Devisa

Bank Indonesia (Foto:Pantau.com/Fery Heryadi) Bank Indonesia (Foto:Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com - Rupiah untuk pertama kalinya sejak Desember 2015, melemah hingga melewati batas psikologis Rp14.000 per dolar AS. Di pasar spot, rupiah diperdagangkan hingga Rp14.003 per dolar AS.

Pada Selasa, rupiah tampak masih depresiatif. Kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor) yang diumumkan BI Selasa ini menunjukkan, nilai tukar rupiah melemah ke Rp14.036 per dolar AS. Rupiah yang ditransaksikan antarbank pada Selasa pagi juga melemah sebesar 35 poin menjadi Rp14.028.

Baca juga: BI Masih Santai Hadapi Rupiah yang Tembus Rp14.000

Ekonom INDEF Bhima Yudhistira menilai fundmaental ekonomi tetap harus diperkuat untuk menjaga kepercayaan investor. Pemerintah harus menjaga stabilitas harga BBM, listrik dan pangan untuk tetap mampu mengendalikan inflasi, terutama menjelang tren konsumsi tinggi di Ramadhan.

BI juga tidak perlu ragu untuk menaikkan suku bunga acuan 7 Days Reverse Repo sebesar 25-50 basis poin, jika tekanan terhadap rupiah terus deras.

Baca juga: Meskipun Masih Muda, Kalian Bisa Beli Saham Dari Sekarang

"Cadangan devisa akan terus tergerus untuk stabilisasi nilai tukar. BI tidak bisa hanya andalkan cadangan devisa sebagai satu-satunya instrumen menstabilisasi nilai tukar," tegasnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More