Pantau Flash
Demo Besar Tuntut Pelaku Rasis di Tangkap, Sekolah di Sorong Diliburkan
Ahsan/Hendra Raih Gelar Juara Dunia 2019
Hasil MotoGP Inggris 2019: Alex Rins Terdepan, Marquez Kedua
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi 3,5 Meter di Kupang
Soal Pemindahan Ibu Kota, Kemendagri Sebut Belum Tentukan Letak Pastinya

Eks Danjen Kopassus Soenarko Ditahan di Rutan Guntur

Headline
Eks Danjen Kopassus Soenarko Ditahan di Rutan Guntur Mayor Jenderal Purn Soenarko (Foto: Antara/Mukhlis)

Pantau.com - Mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) Mayor Jenderal (Purn) Soenarko diamankan tim gabungan Mabes Polri dan POM TNI. Penangkapan itu dikonfirmasi oleh Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Sisriadi melalui keterangan tertulis.

"Tadi malam, 20/05/2019, telah dilakukan penyidikan terhadap oknum yang diduga sebagai pelaku pada waktu bersamaan oleh penyidik dari Mabes Polri dan penyidik dari POM TNI. Penyidikan dilakukan di Markas Puspom TNI, Cilangkap," kata Sisriadi, Selasa (21/5/2019).

Baca juga: Eks Danjen Kopassus Dipolisikan Seorang Pengacara karena Tuduhan Makar

Sisriadi pun menambahkan, saat ini Soenarko telah ditahan dan dititipkan di Rutan Militer Guntur.

"Hal ini dilakukan karena salah satu oknum yang diduga pelaku berstatus sipil Mayjen (Purn) S, sedangkan satu oknum lainnya berstatus militer (Praka BP). Saat ini Mayjen (Purn) S menjadi tahanan Mabes Polri dan dititipkan di Rumah Tahanan Militer Guntur. Sedangkan Praka BP menjadi tahanan TNI di Rumah Tahanan Militer Guntur," katanya.

Hingga ini, belum diketahui alasan penahanan terhadap Soenarko.

Baca juga: Densus 88 Tangkap Teroris yang Rencanakan Pengeboman pada Aksi 22 Mei

Sebelumnya, Mantan Danjen Kopassus Mayjen (Purn) Soenarko dilaporkan ke Bareskrim Polri atas tuduhan makar. Dugaan makar itu dilaporkan seorang pengacara bernama Humisar pada Senin (20/5/2019).

Menurut Humisar, Sunarko diduga melakukan makar melalui ucapannya yang tersebar di YouTube. Salah satu ucapan yang dianggap meresahkan, menurut Humisar, adalah ajakan untuk mengepung KPU dan Istana Negara

“Dia memerintahkan mengepung KPU dan Istana Negara pada 22 Mei mendatang. Kemudian menyatakan polisi akan bertindak keras, tentara tidak. Pernyataan yang membuat keresahan," kata Humisar kepada awak media, di Bareskrim, Jakarta.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Adryan Novandia
Category
Nasional