Pantau Flash
Rp54 Juta dan 2.600 Dolar AS Disita KPK dari Rumdin Bupati Lampung Utara
Pasca Diserang, Raja Salman Sepakat Tambah Pasukan Militer AS
Juarai F1 GP Jepang, Bottas Antar Mercedes Kunci Gelar Juara Konstruktor
7 Paus Ditemukan Mati Terdampar di Pantai Nusa Tenggara Timur
Tampil Lawan Norwegia Semalam, Sergio Ramos Pecahkan Rekor Lampaui Casillas

Ekspor RI untuk 3 Negara Besar Merosot, BPS Beri Komentar

Ekspor RI untuk 3 Negara Besar Merosot, BPS Beri Komentar Petikemas di pelabuhan (Foto: Antara)

Pantau.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Indonesia Februari 2019 mencapai USD12,53 miliar atau menurun 10,03 persen dibanding ekspor Januari 2019. Demikian juga dibanding Februari 2018 menurun 11,33 persen. 

Kepala Badan Pusat Statistik, Suhariyanto mengatakan ada beberapa negara yang mengalami sumbangsih penurunan cukup tinggi namun ada pula yang mengalami peningkatan. 

"Ekspor kita masih meningkat ke Malaysia, Hong Kong dan kazakhstan, sedangkan yang turun AS, China dan Jepang," ujarnya dalam jumpa pers yang digelar di kantornya, Jalan Dr. Sutomo, Jakarta Pusat, Jumat (15/3/2019).

Baca juga: Hem... Dari Impor Gula, Susu, Mentega hingga Telur Meningkat

Peningkatan dan penurunan terbesar ekspor nonmigas ke beberapa negara tujuan di antaranya yang mengalami peningkatan, seperti Malaysia sebesar USD 84,8 juta, Hong Kong sebesar USD 68,2 juta dan Kazakhstan USD 50,6 juta.

Sementara negara yang mengalami penurunan ekspor yakni Amerika Serikat sebesar PP USD 238,7 juta, Tiongkok USD 191,1 juta dan Jepang sebesar USD 162,3 juta. Suhariyanto menilai hal ini mesti diwaspadai sebab ketiga negara tersebut merupakan pangsa pasar ekspor terbesar RI.

"Ini perlu jadi perhatian, karena ekonomi global suasanya agak gloomy dari World Bank misalnya, prediksi pertumbuhan ekonomi global turun dari 2,3 persen  ke 2 persen, AS dari 2,9 persen ke 2,5 persen demikian juga dengan China, jadi ini tantangan utama ketika kita ingin genjot ekspor," paparnya.

Baca juga: Isu Panas Ketenagakerjaan di Debat Ketiga Pilpres 2019

Sementara pangsa ekspor non migas selama Januari dan Februari masih tetap bergantung ekspor utama ke China, AS, Jepang.

"Khusus Februari ekspor kita turun, ke China ekspor kita sebesar 13,5 persen komoditas utama yang kita ekspor itu bahan bakar mineral besi dan baja dan lemak dan minyak hewan nabati," ungkapnya.

Kontribusi kedua yakni AS sebesar 11,5 persen dan ketiga Jepang 9,24 persen. Komposisi ini dinilainya tidak banyak berubah dari beberapa waktu sebelumnya padahal menurutnya Indonesia seharusnya dapat melepas ketergantungan pada ketiga negara tersebut.

"Komposisinya tidak banyak berubah, menunjuklan bahwa ketergantungan kita (pada) ketiganya masih besar sekali jadi kita masih punya PR untuk mendiversifikais pasar non tradisional," pungkasnya

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni
Reporter
Ratih Prastika
Category
Ekonomi

Berita Terkait: