Forgot Password Register

Fahri Hamzah: Prabowo Pernah Dirayu Berkali-kali Jadi Cawapres Jokowi

Fahri Hamzah: Prabowo Pernah Dirayu Berkali-kali Jadi Cawapres Jokowi Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah (Foto: Instagram Fahrihamzah)

Pantau.com - Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menilai bahwa Pemilihan Presiden 2019 mendatang akan memunculkan tiga poros yang akan bertarung pada pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

Hal itu dikarenakan dirinya banyak mendengar suara masyarakat yang menginginkan calon alternatif capres dan cawapres di Pilpres tahun depan.

"Kalau MK (Mahkamah Konstitusi) tetap menganggap itu 20 persen, maka saya mendengar di lapangan percakapnnya itu poros ketiga ini dianggap paling berpeluang karena ini dianggap jadi jalan tengah," ucap Fahri ditemui di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (13/7/2018).

Fahri mengungkapkan alasan mengapa dirinya mempunyai keyakinan pada poros ketiga di luar Jokowi dan Prabowo akan terbentuk pada Pilpres 2019.

"Nah sekarang juga begitu ada konflik yang dianggap keras kubunya Pak Prabowo dan kubu Pak Jokowi. Pak prabowo pernah dirayu-rayu berkali-kali disuruh menjadi wakilnya Pak Jokowi enggak mau, akhirnya ini tetap menjadi dua sudut yang keras sekali. Maka kelompok (poros) tengah itu bisa menang. Itu dugaan saya," ungkapnya.

Baca juga: PDIP Siap Terima Ahok Jadi Kader Jika Sudah Bebas dari Penjara

Lebih lanjut, Fahri memperkirakan poros ketiga itu akan muncul pada menit-menit akhir jelang pendaftaran capres dan cawapres yakni di tanggal 9 sampai 10 Agustus 2018.

"Saya kira itu yang akan terjadi. Jadi, ya ini pertempuran akan menegangkan. Tapi kalau dilapangan sepertinya koalisinya akan terbentuk sekira tanggal 9-10 agustus," pungkasnya.

Sekadar informasi untuk saat ini memang baru ada dua poros yang kemungkinan besar akan bertarung kembali dalam pesta demokrasi lima tahunan Pilpres 2019.

Poros pertama yakni yang mendukung Joko Widodo menjadi capres kemudian yang kedua poros kedua yang mendukung Prabowo Subianto menjadi capres.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More