Forgot Password Register

Headlines

Gerah Juga Disebut Antek Asing, Presiden Jokowi Curhat di Hadapan Mahasiswa

Gerah Juga Disebut Antek Asing, Presiden Jokowi Curhat di Hadapan Mahasiswa Presiden Jokowi menerima peserta Konferensi Mahasiswa Nasional (Foto: Antara/Wahyu Putro A)

Pantau.com - Presiden Joko Widodo gerah lantaran kerap dituding sebagai antek asing terkait berbagai kebijakan selama masa pemerintahannya. Jokowi pun mempertanyakan, kenapa dirinya terkesan sendirian tanpa adanya dukungan. Bahkan orang nomor satu di Indonesia itu sampai meminta mahasiswa melakukan aksi demonstrasi untuk mendukung program-program pemerintah.

"Saya tidak pernah didemo. Didemo, dong! Demo mendukung. Ada yang demo mendukung gitu, loh, tapi ini tidak ada. Saya dibiarkan jalan sendiri malah dibilang antek asing. Ini bagaimana dibolak-balik," kata Presiden Joko Widodo saat menerima peserta Konferensi Mahasiswa Nasional di Istana Bogor, Jumat (7/12/2018).

Baca juga: Kasus Penembakan Papua, Presiden Jokowi Sampaikan Belasungkawa Kepada Para Korban

Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi juga berharap agar mahasiswa mendukung sejumlah kerja pemerintah termasuk mengambil sejumlah sumber daya ekonomi yang sebelumnya dikuasai pihak asing.

"Presiden Jokowi itu disebut antek asing. Coba blok Mahakam, berapa puluh tahun dipegang Prancis-Jepang? Tahun 2015, sudah kita ambil dan serahkan 100 persen kepada Pertamina, lalu ada blok Rokan yang dikelola Chevron sudah berapa puluh tahun? Lebih dari 30 tahun dikelola Amerika, dan sekarang sudah dimenangkan 100 persen oleh Pertamina," ujar Jokowi.

Selain Blok Mahakam dan Blok Rokan yang kini sudah dikelola Pertamina, Jokowi juga menyinggung pencapaian terhadap negosiasi divestasi 51 persen saham Freeport yang pada pertengahan tahun ini dilakukan.

Baca juga: Pengamat: Presiden Jokowi Tiru SBY di Pilpres, Maksudnya?

"Freeport, negosiasi kita sudah 3,5 tahun, alot. Sudah kita tanda tangani, sudah semuanya, Insya Allah di bulan Desember kita selesaikan 100 persen dan mayoritas 51 persen menjadi Indonesia yang dimiliki oleh konsorsium PT Inalum, BUMN kita," ujarnya.

Menurut Jokowi, untuk mengambil alih sumber-sumber ekonomi tersebut bukanlah tanpa tekanan. Namun adanya tekanan itu tidak menyurutkan pemerintah untuk terus bertindak.

"Mudah ambil seperti itu? Tidak ada tekanan? Kalau tidak ada tekanan sudah dari dulu kita ambil, tapi tidak bimbang saya, saya maju terus saja. Ada yang dukung atau tidak mendukung sudah tugas kita untuk menyelesaikan hal seperti ini, yang nyatanya kita bisa," ungkapnya. 

"Bertahun-tahun tidak ada yang bilang antek asing. Begitu 4 tahun ini antek asing, antek asing, ini bagaimana sih? Artinya kita kan sudah berusaha untuk ke sana tapi memang ada yang mudah, ada yang setengah mudah, sulit, ada yang tidak bisa," tegasnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More